(www.unplash.com)

Kedungademmu.idRasa iri atau hasad adalah salah satu penyakit hati yang sering muncul dalam kehidupan sehari-hari. Melihat orang lain mendapatkan nikmat, lalu merasa tidak suka atau ingin nikmat itu hilang darinya.

Sekilas terlihat sepele, namun dalam Islam, iri hati termasuk penyakit yang berbahaya.

Allah SWT berfirman:

أَمْ يَحْسُدُونَ النَّاسَ عَلَىٰ مَا آتَاهُمُ اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ

 “Ataukah mereka dengki kepada manusia karena karunia yang telah diberikan Allah kepadanya?” (QS. An-Nisa: 54)

Ayat ini menunjukkan bahwa iri hati adalah sikap yang tidak dibenarkan, karena pada hakikatnya setiap nikmat berasal dari Allah.

Rasulullah Saw juga bersabda:

إِيَّاكُمْ وَالْحَسَدَ فَإِنَّ الْحَسَدَ يَأْكُلُ الْحَسَنَاتِ كَمَا تَأْكُلُ النَّارُ الْحَطَبَ

 “Jauhilah hasad, karena hasad itu memakan kebaikan sebagaimana api memakan kayu bakar.” (HR. Abu Dawud)

Hadits ini menjadi peringatan bahwa iri hati dapat menghapus pahala amal kebaikan.

Di era sekarang, rasa iri semakin mudah muncul, terutama melalui media sosial. Melihat keberhasilan orang lain, kehidupan yang tampak sempurna, atau pencapaian tertentu bisa memicu perasaan tidak nyaman dalam hati.

Padahal, setiap orang memiliki jalan hidup yang berbeda.

Apa yang dimiliki orang lain belum tentu baik untuk kita, dan apa yang kita miliki mungkin adalah nikmat yang tidak dimiliki orang lain.

Islam mengajarkan untuk mengganti rasa iri dengan sikap syukur dan doa kebaikan.

Jika melihat orang lain mendapatkan nikmat, maka doakan agar ia diberi keberkahan, dan kita pun diberikan kebaikan oleh Allah.

Selain itu, perbanyak mengingat bahwa semua rezeki telah diatur oleh Allah dengan sebaik-baiknya.

Dengan demikian, hati akan lebih tenang dan jauh dari penyakit iri.

Karena sejatinya, kebahagiaan bukan terletak pada banyaknya nikmat, tetapi pada kemampuan mensyukurinya.