JATAM Bojonegoro berfoto bersama Muhammad Ansar, penemu Biosaka, usai kegiatan silaturahmi dan pembelajaran pertanian di Jombang (Istimewa/kedungademmu.id)

Kedungademmu.idJamaah Tani Muhammadiyah (JATAM) Bojonegoro melakukan sesi foto bersama dengan Muhammad Ansar, penemu Biosaka, usai kegiatan silaturahmi dan pembelajaran pertanian di Kabupaten Jombang, Minggu (12/4/2026).

Biosaka merupakan akronim dari “Biologi Selamatkan Alam Kembali ke Alam.” Istilah ini mengandung makna bahwa praktik pertanian seharusnya kembali pada prinsip-prinsip alami dengan memanfaatkan kekuatan hayati (biologi) untuk menjaga keseimbangan ekosistem. Biosaka menekankan penggunaan bahan alami, proses sederhana, dan pendekatan yang selaras dengan alam tanpa ketergantungan berlebihan pada bahan kimia.

Kegiatan ini menjadi simbol kebersamaan sekaligus komitmen para petani dalam mengembangkan pertanian ramah lingkungan yang berlandaskan ilmu dan nilai-nilai keislaman. Para peserta tampak antusias mengikuti rangkaian acara hingga akhir, termasuk mengabadikan momen bersama tokoh yang dikenal dengan inovasi Biosaka tersebut.

Ketua JATAM Bojonegoro, Agus Naim, menyampaikan bahwa momen foto bersama ini bukan sekadar dokumentasi, melainkan bentuk semangat untuk terus belajar dan mengembangkan metode pertanian yang lebih baik.

“Ini menjadi penguat semangat kami untuk menerapkan ilmu yang telah didapat, khususnya dalam penggunaan Biosaka sebagai solusi pertanian yang lebih alami dan berkelanjutan,” ujarnya.

Muhammad Ansar dalam kesempatan tersebut juga mengajak para petani untuk terus berproses dalam memahami alam dan mengelolanya secara bijak.

Kegiatan ini diharapkan mampu mempererat hubungan antaranggota JATAM sekaligus mendorong lahirnya inovasi-inovasi baru dalam bidang pertanian yang mampu meningkatkan kesejahteraan petani.