![]() |
| Suasana Kick Off Program ToPP GreenAbility Eco Bhinneka Muhammadiyah di Bojonegoro yang melibatkan difabel, lintas iman, dan komunitas lingkungan dalam aksi iklim inklusif (Istimewa/kedungademmu.id) |
Peluncuran program tersebut menandai dimulainya kolaborasi selama tiga tahun ke depan antara Eco Bhinneka Muhammadiyah dengan komunitas difabel, khususnya di Desa Bulu dan Desa Mlideg. Selain itu, program ini juga menggandeng berbagai elemen masyarakat, seperti Koalisi Perempuan Indonesia, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Orang Muda Katolik, Nasyiatul Aisyiyah, Ikatan Pelajar Muhammadiyah, guru inklusi, serta Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah Bojonegoro.
Program ToPP GreenAbility berangkat dari kesadaran bahwa kelompok difabel, terutama perempuan, merupakan pihak yang paling rentan terhadap dampak perubahan iklim. Oleh karena itu, pendekatan yang dilakukan tidak hanya menempatkan mereka sebagai penerima manfaat, tetapi sebagai subjek utama dalam aksi perubahan.
Penguatan dilakukan melalui peningkatan literasi lingkungan, pelatihan keterampilan praktis, serta pengembangan green entrepreneurship berbasis komunitas. Difabel didorong untuk mengelola usaha ramah lingkungan, seperti pengolahan limbah, produksi bahan organik, hingga pemanfaatan energi secara efisien.
Kegiatan peluncuran turut dimeriahkan oleh penampilan siswa dari PAUD ABA Inklusi 1 dan PAUD ABA Inklusi 3. Anak-anak berkebutuhan khusus tampil penuh semangat, menambah suasana hangat dan inklusif dalam acara tersebut. Bunyi angklung yang dimainkan bersama menjadi penanda dimulainya program secara resmi.
Setelah prosesi pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan talk show bertema “Penguatan Kapasitas Difabel dan Sinergi Lintas Iman dalam Aksi Konservasi Lingkungan” yang menghadirkan narasumber dari Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Sosial, serta Majelis Pemberdayaan Kesejahteraan Sosial (MPKS) PDM Bojonegoro.
Pada hari berikutnya, Sabtu (11/4/2026), peserta mengikuti pelatihan konservasi lingkungan bersama fasilitator dari komunitas Nol Sampah. Dalam pelatihan tersebut, peserta dibekali keterampilan mengolah limbah menjadi produk bermanfaat, seperti eco enzyme, eco brick, sabun organik, hingga budidaya maggot. Selain itu, peserta juga mendapatkan pemahaman tentang perubahan iklim, pemanasan global, serta dampak limbah plastik terhadap lingkungan dan kesehatan.
Ketua Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah Bojonegoro, Zuliyatin Lailiyah, turut hadir memberikan dukungan terhadap kegiatan ini. Ia menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mewujudkan aksi lingkungan yang berkelanjutan.
Perwakilan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Bojonegoro menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya program ini. Mereka mengaku mendapatkan pengetahuan baru terkait pengolahan limbah yang sebelumnya belum pernah diperoleh.
Melalui program ToPP GreenAbility, diharapkan kelompok difabel tidak hanya mampu beradaptasi dengan perubahan lingkungan, tetapi juga menjadi agen perubahan yang aktif dalam membangun masyarakat yang lebih inklusif, mandiri, dan berkelanjutan.

