![]() |
| Ilustrasi Khalifah Umar bin Khattab saat memanggul sendiri karung gandum menelusuri kegelapan malam demi membantu rakyatnya yang kelaparan (Google Gemini) |
Salah satu kisah yang terkenal adalah ketika beliau berkeliling pada malam hari untuk melihat kondisi rakyatnya. Dalam perjalanannya, Umar menemukan seorang ibu yang sedang memasak sesuatu, sementara anak-anaknya menangis kelaparan.
Setelah ditanya, ternyata panci tersebut hanya berisi air dan batu. Sang ibu sengaja melakukannya agar anak-anaknya mengira makanan sedang dimasak, sehingga mereka bisa tertidur.
Mendengar hal itu, Umar bin Khattab langsung menangis. Ia merasa bertanggung jawab atas kondisi rakyatnya.
Beliau segera kembali ke Baitul Mal, memikul sendiri karung gandum, dan membawanya kepada keluarga tersebut. Bahkan, beliau memasakkan makanan itu sendiri hingga anak-anak tersebut kenyang dan tersenyum.
Inilah gambaran pemimpin yang tidak hanya memerintah, tetapi juga melayani.
Umar bin Khattab memahami betul amanah kepemimpinan. Ia takut jika ada rakyat yang kelaparan, karena ia merasa akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah.
Rasulullah Saw bersabda:
ÙƒُÙ„ُّÙƒُÙ…ْ رَاعٍ ÙˆَÙƒُÙ„ُّÙƒُÙ…ْ Ù…َسْئُولٌ عَÙ†ْ رَعِÙŠَّتِÙ‡ِ
“Setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Allah SWT juga memerintahkan untuk berlaku adil:
Ø¥ِÙ†َّ اللَّÙ‡َ ÙŠَØ£ْÙ…ُرُ بِالْعَدْÙ„ِ ÙˆَالإِØْسَانِ
“Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan.” (QS. An-Nahl: 90)
Kisah Umar bin Khattab ini menjadi pelajaran penting, bahwa keadilan bukan hanya dalam ucapan, tetapi juga dalam tindakan nyata.
Tidak harus menjadi pemimpin besar untuk meneladani beliau. Dalam keluarga, dalam pekerjaan, bahkan dalam kehidupan sehari-hari, setiap orang adalah pemimpin.
Maka, jalankan amanah dengan sebaik-baiknya, dan jangan abaikan tanggung jawab sekecil apa pun. Karena setiap amanah akan dimintai pertanggungjawaban.

