![]() |
| Muhammad Ansar (Kiri), penemu Biosaka, saat menyampaikan terkait kenerkahan air hujan dalam kegiatan silaturahmi MPM-JATAM Bojonegoro dan Jombang (Istimewa/kedungademmu.id) |
Menurut Ansar, anggapan bahwa hujan menjadi penyebab utama kematian tanaman merupakan pemahaman yang kurang tepat. Ia menegaskan bahwa air hujan justru merupakan keberkahan dari Allah Swt. yang memiliki peran penting dalam kehidupan makhluk di bumi.
“Bukan hujannya yang salah, tetapi cara kita mengelola tanaman yang perlu diperbaiki. Air hujan adalah keberkahan dari Allah, namun jika tidak diimbangi dengan sistem pertanian yang baik, tanaman bisa mengalami kerusakan,” ujarnya.
Ansar juga mengaitkan hal ini dengan firman Allah Swt. dalam Al-Qur’an:
Selain itu, ia juga mengutip ayat lain:
Melalui ayat-ayat tersebut, Ansar menegaskan bahwa air hujan adalah bentuk rahmat dan keberkahan Allah yang seharusnya disyukuri, bukan disalahkan ketika terjadi kegagalan panen.
Ia juga mendorong petani untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam mengelola lahan pertanian secara tepat, termasuk menerapkan sistem pertanian ramah lingkungan serta pemanfaatan Biosaka sebagai inovasi pendukung pertanian berkelanjutan.
“Pertanian harus dibangun dengan ilmu dan keimanan. Ketika keduanya berjalan seiring, maka hasil yang diperoleh tidak hanya melimpah, tetapi juga membawa keberkahan,” tambahnya.
Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat pemahaman petani bahwa keberhasilan pertanian tidak hanya ditentukan oleh faktor alam, tetapi juga oleh kesiapan manusia dalam mengelolanya secara bijak serta berlandaskan nilai-nilai keislaman.

