Muhammad Ansar (Kiri), penemu Biosaka, saat  menyampaikan terkait kenerkahan air hujan dalam kegiatan silaturahmi MPM-JATAM Bojonegoro dan Jombang (Istimewa/kedungademmu.id)

Kedungademmu.id
Dalam kegiatan silaturahmi MPM-JATAM Bojonegoro ke MPM-JATAM Jombang, Muhammad Ansar, penemu Biosaka, menyampaikan pandangannya terkait fenomena tanaman yang mati saat musim hujan, khususnya pada komoditas cabai, (12/4/2026)

Menurut Ansar, anggapan bahwa hujan menjadi penyebab utama kematian tanaman merupakan pemahaman yang kurang tepat. Ia menegaskan bahwa air hujan justru merupakan keberkahan dari Allah Swt. yang memiliki peran penting dalam kehidupan makhluk di bumi.

Bukan hujannya yang salah, tetapi cara kita mengelola tanaman yang perlu diperbaiki. Air hujan adalah keberkahan dari Allah, namun jika tidak diimbangi dengan sistem pertanian yang baik, tanaman bisa mengalami kerusakan,” ujarnya.

Ansar juga mengaitkan hal ini dengan firman Allah Swt. dalam Al-Qur’an:

وَنَزَّلْنَا مِنَ ٱلسَّمَآءِ مَآءً مُّبَارَكًۭا فَأَنۢبَتْنَا بِهِۦ جَنَّـٰتٍۢ وَحَبَّ ٱلْحَصِيدِ
“Dan Kami turunkan dari langit air yang penuh keberkahan, lalu Kami tumbuhkan dengan air itu kebun-kebun dan biji-bijian yang dapat dipanen.” (QS. Qaf: 9)

Selain itu, ia juga mengutip ayat lain:

وَهُوَ ٱلَّذِى يُنَزِّلُ ٱلْغَيْثَ مِنۢ بَعْدِ مَا قَنَطُوا۟ وَيَنشُرُ رَحْمَتَهُۥ ۚ وَهُوَ ٱلْوَلِىُّ ٱلْحَمِيدُ
“Dialah yang menurunkan hujan setelah mereka berputus asa dan menyebarkan rahmat-Nya. Dan Dialah Yang Maha Pelindung lagi Maha Terpuji.” (QS. Asy-Syura: 28)

Melalui ayat-ayat tersebut, Ansar menegaskan bahwa air hujan adalah bentuk rahmat dan keberkahan Allah yang seharusnya disyukuri, bukan disalahkan ketika terjadi kegagalan panen.

Ia juga mendorong petani untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam mengelola lahan pertanian secara tepat, termasuk menerapkan sistem pertanian ramah lingkungan serta pemanfaatan Biosaka sebagai inovasi pendukung pertanian berkelanjutan.

“Pertanian harus dibangun dengan ilmu dan keimanan. Ketika keduanya berjalan seiring, maka hasil yang diperoleh tidak hanya melimpah, tetapi juga membawa keberkahan,” tambahnya.

Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat pemahaman petani bahwa keberhasilan pertanian tidak hanya ditentukan oleh faktor alam, tetapi juga oleh kesiapan manusia dalam mengelolanya secara bijak serta berlandaskan nilai-nilai keislaman.