![]() |
| Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Purwokerto (www.ump.ac.id) |
Kedungademmu.id—Kiprah Persyarikatan Muhammadiyah dalam bidang pendidikan dan kesehatan kembali menorehkan catatan penting di tingkat global. Organisasi Islam modernis yang berdiri sejak 1912 ini kini tercatat sebagai ormas Islam yang memiliki jumlah Fakultas Kedokteran terbanyak di dunia, sebuah capaian yang menegaskan peran strategis Muhammadiyah dalam pembangunan sumber daya manusia dan layanan kesehatan.
Sebagai gerakan Islam yang berlandaskan nilai tauhid, Muhammadiyah tidak hanya bergerak dalam dakwah keagamaan, tetapi juga mengembangkan amal usaha di berbagai bidang, terutama pendidikan dan kesehatan. Semangat tauhid yang fungsional menjadi dasar utama dalam setiap gerak langkahnya, termasuk dalam membangun institusi pendidikan tinggi yang unggul dan berdaya saing.
Hingga tahun 2026, Muhammadiyah telah mengelola sebanyak 163 Perguruan Tinggi Muhammadiyah-Aisyiyah (PTMA) serta 129 Rumah Sakit Muhammadiyah-Aisyiyah (RSMA) yang tersebar di seluruh Indonesia. Seluruh institusi tersebut berada dalam satu payung hukum Persyarikatan Muhammadiyah, sehingga memiliki arah dan visi yang terintegrasi dalam pengembangan umat dan bangsa.
Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Muhadjir Effendy, menyampaikan bahwa keberadaan jaringan PTMA tersebut turut mengantarkan Muhammadiyah menjadi organisasi keagamaan dengan jumlah Fakultas Kedokteran terbanyak, tidak hanya di Indonesia tetapi juga di tingkat dunia. Ia menegaskan bahwa belum ada organisasi keagamaan lain yang memiliki jumlah Fakultas Kedokteran sebanyak Muhammadiyah.
Data terbaru menunjukkan, Muhammadiyah saat ini memiliki 23 Fakultas Kedokteran yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Jumlah tersebut terdiri dari 7 Fakultas Kedokteran Gigi serta 16 program pendidikan dokter spesialis. Dari sisi kualitas, sejumlah fakultas tersebut juga telah meraih akreditasi unggul, dengan 2 Fakultas Kedokteran Gigi dan 9 Fakultas Kedokteran memperoleh predikat tertinggi.
Keberadaan Fakultas Kedokteran Muhammadiyah tidak hanya terpusat di Pulau Jawa, tetapi merata hingga ke berbagai daerah di Indonesia, mulai dari Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, hingga kawasan timur Indonesia. Hal ini menunjukkan komitmen Muhammadiyah dalam menghadirkan akses pendidikan kedokteran yang lebih luas dan merata bagi masyarakat.
Beberapa perguruan tinggi yang telah memiliki Fakultas Kedokteran di antaranya Universitas Ahmad Dahlan, Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta, Universitas Muhammadiyah Jakarta, Universitas Muhammadiyah Malang, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Universitas Muhammadiyah Surakarta, hingga Universitas Muhammadiyah Makassar. Selain itu, terdapat pula kampus di luar Pulau Jawa seperti Universitas Muhammadiyah Sumatra Utara, Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur, Universitas Muhammadiyah Gorontalo, dan Universitas Muhammadiyah Mataram yang turut mengembangkan pendidikan kedokteran.
Penyebaran ini menjadi bukti bahwa Muhammadiyah tidak hanya berfokus pada kuantitas, tetapi juga memperhatikan pemerataan akses pendidikan. Dengan demikian, peluang masyarakat di berbagai daerah untuk menjadi tenaga medis profesional semakin terbuka lebar.
Lebih dari sekadar jumlah, kontribusi Fakultas Kedokteran Muhammadiyah juga terlihat dari kapasitas pendidikan yang besar. Tercatat, jumlah mahasiswa kedokteran di lingkungan Muhammadiyah mencapai lebih dari 45.000 orang. Angka ini mencerminkan peningkatan signifikan dalam kapasitas pendidikan medis nasional sekaligus memperkuat posisi Muhammadiyah sebagai salah satu pilar penting dalam penyediaan tenaga kesehatan di Indonesia.
Dalam aspek kurikulum, Fakultas Kedokteran Muhammadiyah mengusung pendekatan berbasis kompetensi yang selaras dengan standar internasional. Pendidikan tidak hanya menekankan penguasaan ilmu kedokteran secara akademik dan klinis, tetapi juga integrasi nilai-nilai keislaman, khususnya konsep tauhid fungsional. Nilai ini menjadi fondasi etika bagi para calon dokter dalam menjalankan profesinya, sehingga diharapkan mampu melahirkan tenaga medis yang profesional sekaligus berakhlak.
Peran Fakultas Kedokteran Muhammadiyah juga meluas ke bidang pelayanan kesehatan masyarakat. Melalui rumah sakit pendidikan yang dimiliki, institusi ini aktif memberikan layanan kepada jutaan pasien setiap tahunnya. Program pengabdian masyarakat juga menjadi bagian integral, mencakup kegiatan seperti penyuluhan kesehatan, imunisasi, hingga layanan medis di daerah terpencil.
Selain itu, Muhammadiyah juga terus mendorong peningkatan kualitas melalui kerja sama internasional. Kolaborasi dengan berbagai perguruan tinggi di luar negeri membuka peluang pertukaran dosen dan mahasiswa, sekaligus memperkuat riset di bidang kesehatan. Berbagai penelitian yang dilakukan telah menghasilkan publikasi ilmiah di jurnal internasional, mencerminkan kontribusi nyata Muhammadiyah dalam pengembangan ilmu pengetahuan global.
Pemerintah pun mengakui peran strategis Muhammadiyah dalam memperkuat sistem kesehatan nasional. Lulusan Fakultas Kedokteran Muhammadiyah dinilai memiliki kompetensi yang tinggi dan tingkat kelulusan profesi dokter yang berada di atas rata-rata nasional. Hal ini menunjukkan bahwa kualitas pendidikan yang diberikan mampu bersaing dan memenuhi standar yang ditetapkan.
Ke depan, Muhammadiyah masih terus mengembangkan jaringan pendidikan kedokterannya. Salah satu rencana yang tengah disiapkan adalah pendirian Fakultas Kedokteran di Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong, Papua Barat Daya. Jika terealisasi, langkah ini akan menjadi tonggak penting karena menghadirkan Fakultas Kedokteran pertama di perguruan tinggi swasta di wilayah tersebut.
Capaian Muhammadiyah sebagai organisasi keagamaan dengan Fakultas Kedokteran terbanyak di dunia bukanlah hasil instan. Hal ini merupakan buah dari konsistensi panjang dalam membangun pendidikan yang berorientasi pada kemajuan umat. Dengan memadukan nilai keislaman, keilmuan, dan pengabdian sosial, Muhammadiyah terus menunjukkan bahwa peran ormas keagamaan dapat melampaui batas-batas tradisional, menjadi kekuatan nyata dalam pembangunan bangsa dan peradaban global.
Di tengah tantangan dunia kesehatan yang semakin kompleks, kehadiran Muhammadiyah melalui jaringan Fakultas Kedokterannya menjadi harapan besar dalam mencetak generasi dokter yang tidak hanya cakap secara profesional, tetapi juga memiliki integritas moral dan kepedulian sosial yang tinggi.

