![]() |
| Adnan Buyung Nasution, Bendahara PCPM Sukosewu, saat menyampaikan paparan inovasi “Klinik Tani” dalam ajang Pemilihan Pemuda Pelopor Pangan Kabupaten Bojonegoro 2026 (Istimewa/kedungademmu.id) |
Penghargaan tersebut diberikan atas inovasinya melalui program “Klinik Tani”, yang dinilai mampu mendorong kemandirian petani sekaligus menarik minat generasi muda untuk terjun di sektor pertanian.
Kegiatan Pemilihan Pemuda Pelopor ini diselenggarakan oleh Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Bojonegoro sebagai bentuk apresiasi terhadap pemuda yang berkontribusi nyata dalam pembangunan daerah.
Adnan menjelaskan bahwa “Klinik Tani” dirancang sebagai pusat pembelajaran dan praktik pertanian modern. Program ini tidak hanya memberikan teori, tetapi juga pendampingan langsung kepada petani di lapangan.
“Klinik Tani menjadi ruang belajar sekaligus ruang praktik. Kami ingin petani dan generasi muda bisa belajar secara langsung dengan pendekatan yang lebih modern dan efisien,” ujarnya.
Program tersebut memiliki tiga fungsi utama, yakni sebagai pusat konsultasi dan pendampingan petani, sarana edukasi berbasis praktik melalui lahan percontohan, serta wadah kolaborasi antara petani, pemuda, akademisi, dan mitra usaha.
Hasilnya, program ini mulai menunjukkan dampak nyata. Sejumlah generasi muda mulai terlibat aktif dalam dunia pertanian. Selain itu, produktivitas hasil pertanian meningkat dengan capaian rata-rata hingga 9,2 ton per hektare.
Dari sisi ekonomi, petani binaan juga mengalami peningkatan pendapatan, yakni berkisar antara Rp5 juta hingga Rp8 juta per bulan, tergantung komoditas yang dikelola.
Sebagai Bendahara PCPM Sukosewu, Adnan menegaskan bahwa inovasi ini juga menjadi bagian dari kontribusi pemuda dalam mendukung ketahanan pangan sekaligus pemberdayaan masyarakat.
“Kami ingin mengubah cara pandang bahwa bertani itu menjanjikan. Dengan inovasi dan kolaborasi, pertanian bisa menjadi sektor masa depan,” tegasnya.
Keberhasilan ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi pemuda lainnya, khususnya kader Pemuda Muhammadiyah, untuk terus berinovasi dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Dengan semangat kolaborasi dan pembaruan, “Klinik Tani” diharapkan mampu menjadi model pemberdayaan yang berkelanjutan serta melahirkan generasi petani muda yang tangguh dan berdaya saing.

