Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menyampaikan duka mendalam atas wafatnya almarhum Muhammad Mirdasy (Istimewa/kedungademmu.id)

Kedungademmu.id
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) sekaligus Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Abdul Mu’ti, menyampaikan pesan penuh makna saat memimpin salat jenazah almarhum Muhammad Mirdasy di Pandaan, Pasuruan, Senin (6/4/2026).

Di hadapan ratusan pelayat, Abdul Mu’ti mengingatkan bahwa kematian bukan sekadar peristiwa duka, melainkan pelajaran berharga bagi setiap manusia. Ia menegaskan bahwa kehidupan di dunia bersifat sementara dan setiap jiwa pasti akan kembali kepada Allah Swt.

Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un. Kematian adalah pengingat dan nasihat bagi kita semua,” ujarnya dengan penuh keteduhan.

Lebih dari sekadar ungkapan belasungkawa, Abdul Mu’ti mengajak para pelayat untuk mengambil hikmah dari wafatnya almarhum. Ia menekankan pentingnya melanjutkan semangat perjuangan yang telah dirintis, khususnya dalam bidang dakwah dan pendidikan.

Menurutnya, almarhum Muhammad Mirdasy merupakan sosok yang memiliki dedikasi tinggi dalam mengembangkan amal usaha Muhammadiyah. Semangat tersebut, kata dia, tidak boleh berhenti seiring kepergian beliau.

“Kita tidak hanya mendoakan, tetapi juga melanjutkan perjuangan beliau. Itulah bentuk penghormatan terbaik,” tuturnya.

Pesan tersebut disambut haru oleh para pelayat yang hadir. Suasana khidmat terasa semakin mendalam, ketika nasihat tentang kehidupan dan kematian itu menggugah kesadaran untuk memperbaiki diri dan memperkuat komitmen dalam beramal.

Melalui momen duka ini, Abdul Mu’ti mengingatkan bahwa setiap peristiwa kematian hendaknya menjadi refleksi, bukan hanya kesedihan. Sebab, di balik kehilangan, tersimpan panggilan untuk melanjutkan kebaikan yang telah diwariskan.