Siswa kelas IX MTs Muhammadiyah 2 Kedungadem saat mengikuti ujian praktik Bahasa Jawa dengan menampilkan pranata adicara secara individu di ruang ujian (Istimewa/kedungademmu.id)
Kedungademmu.idSiswa kelas IX MTs Muhammadiyah 2 Kedungadem mengikuti ujian praktik Bahasa Jawa pada Selasa (14/4/2026). Kegiatan ini berfokus pada kemampuan siswa dalam membawakan pranata adicara sebagai bentuk penerapan langsung materi kebahasaan dan budaya Jawa.

Dalam pelaksanaan ujian, setiap siswa tampil secara individu di ruang yang telah ditentukan. Mereka diminta membawakan teks pranata adicara yang sebelumnya telah dipelajari dan dihafalkan. Penampilan ini tidak hanya menguji kemampuan berbicara, tetapi juga menuntut penguasaan ekspresi, intonasi, dan penghayatan.

Guru Bahasa Jawa, Lilik Utami, menjelaskan bahwa ujian praktik ini dirancang untuk melatih keberanian serta keterampilan komunikasi siswa dalam menggunakan Bahasa Jawa secara baik dan benar.

Melalui praktik ini, siswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga langsung mempraktikkan pranata adicara dengan memperhatikan unggah-ungguh bahasa,” ujarnya.

Penilaian dalam ujian ini mencakup empat aspek utama, yaitu wicara (kejelasan pengucapan), wiraga (gerak dan ekspresi), wirama (tempo dan intonasi), serta wirasa (penghayatan). Keempat aspek tersebut menjadi indikator penting dalam menilai kemampuan siswa secara menyeluruh.

Selama pelaksanaan, suasana ujian berlangsung tertib dan kondusif. Siswa yang belum mendapat giliran menunggu di luar kelas dengan tetap menjaga ketenangan.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi bagian dari evaluasi pembelajaran, tetapi juga sebagai upaya melestarikan budaya Jawa di kalangan generasi muda. Dengan adanya ujian praktik ini, diharapkan siswa semakin percaya diri dan mampu mengaplikasikan Bahasa Jawa dalam kehidupan sehari-hari.