![]() |
| Pengurus Jamaah Tani Muhammadiyah (JATAM) Kedungadem periode 2025–2027 berfoto bersama usai prosesi pengukuhan di Aula AB Swalayan, Kedungadem (Istimewa/kedungademmu.id) |
Pelantikan ini merupakan tindak lanjut dari hasil musyawarah pembentukan pengurus JATAM tingkat cabang periode 2025–2027. Berdasarkan berita acara yang ditetapkan, kepengurusan JATAM Kedungadem terbentuk secara sah melalui proses musyawarah yang melibatkan jajaran pimpinan cabang dan anggota.
Dalam susunan kepengurusan tersebut, H. Kusnadi, dipercaya sebagai Ketua, didampingi Yanto sebagai Sekretaris dan H. Nawawi sebagai Bendahara. Sementara itu, struktur organisasi juga diperkuat dengan pembagian bidang, antara lain bidang pertanian, peternakan, inovasi dan teknologi, serta kemitraan.
Ketua JATAM Bojonegoro, Agus Na’im menyampaikan bahwa pembentukan dan pelantikan JATAM di tingkat cabang merupakan langkah strategis dalam memperkuat peran petani berbasis jamaah.
“JATAM hadir bukan hanya sebagai organisasi, tetapi sebagai gerakan pemberdayaan petani yang berbasis nilai, ilmu, dan kemandirian. Kami berharap JATAM Kedungadem mampu menjadi motor penggerak pertanian yang maju dan berkemajuan,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) PDM Bojonegoro, Moch. Choirul Anam, turut memberikan arahan dan motivasi kepada pengurus yang baru dilantik. Ia menegaskan bahwa JATAM memiliki peran penting dalam membangun kedaulatan pangan berbasis masyarakat.
“Petani harus menjadi subjek, bukan objek. Melalui JATAM, kita dorong lahirnya petani yang mandiri, berdaya, dan mampu mengelola potensi lokal secara optimal. Ini bagian dari dakwah pemberdayaan yang nyata,” tegasnya.
Dengan terbentuknya kepengurusan baru ini, JATAM Kedungadem diharapkan mampu menghadirkan program-program konkret yang berdampak langsung bagi kesejahteraan petani. Selain itu, organisasi ini juga diharapkan menjadi ruang belajar bersama dalam mengembangkan pertanian yang berkelanjutan dan berbasis nilai-nilai keislaman.

