Kedungademmu.id Dalam suasana Idulfitri 1447 Hijriah, keluarga besar TK Aisyiyah Bustanul Athfal (ABA) 35 Kota Malang menggelar kegiatan silaturahmi dan halalbihalal bersama wali santri, Senin (30/3/2026). Kegiatan ini berlangsung di Masjid Al-Islah, Bumiayu, Kedungkandang, dengan diikuti sekitar 70 peserta yang terdiri atas murid, guru, dan wali murid.

Acara diawali dengan penampilan dua siswa yang membacakan Surah Al-‘Alaq, dilanjutkan sambutan Kepala TK ABA 35, Sulistyorini. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi kepada para wali murid atas dukungan yang diberikan dalam proses pendidikan dan perkembangan anak-anak.

Kegiatan halalbihalal ini juga menghadirkan mubalig Muhammadiyah, Biggie Noviandi, yang menyampaikan tausiyah bertema “Menjadi Orang Tua Modern, Lebih Tangguh dan Berkemajuan.” Dalam pemaparannya, ia mengajak para orang tua untuk memahami pentingnya pengelolaan emosi dalam mendidik anak.

“Emosi terbentuk dari gerakan. Jika gerakan kita positif, maka emosi kita juga akan positif,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa kehadiran anak merupakan penyejuk hati bagi orang tua, sebagaimana termaktub dalam Al-Qur’an, serta mengingatkan bahwa anak juga dapat menjadi ujian apabila tidak dibimbing dengan baik.

Lebih lanjut, Biggie menekankan pentingnya keteladanan dalam keluarga melalui konsep children see, children do, yakni anak akan meniru apa yang dilakukan orang tua. Oleh karena itu, ia mengajak para orang tua untuk aktif mendampingi anak, khususnya dalam ibadah dan kehidupan sehari-hari.

“Jika ingin anak rajin beribadah, maka orang tua harus memberi contoh terlebih dahulu. Perlu ada kerja sama antara suami dan istri dalam mendidik anak,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyinggung konsep neuroplastisitas spiritual, yakni kemampuan otak untuk berubah dan berkembang seiring pengalaman. Menurutnya, semakin sering seseorang menghadapi dan menyelesaikan masalah, maka akan semakin terasah kecerdasannya.

Selain itu, ia mengingatkan pentingnya komunikasi dalam keluarga agar anak tidak merasa kesepian. Orang tua diharapkan mampu menjadi sahabat bagi anak dengan membangun dialog yang hangat dan terbuka.

Menjelang akhir tausiyah, disampaikan pula empat amalan utama sebagai kunci menuju surga, yaitu menebarkan salam, memberi makan, menyambung silaturahmi, dan melaksanakan salat malam. Nilai-nilai tersebut diharapkan dapat ditanamkan sejak dini kepada anak-anak.

Kegiatan ini ditutup dengan momen saling bersalaman dan mempererat ukhuwah antarwarga sekolah. Melalui kegiatan ini, TK ABA 35 Kota Malang berharap dapat terus memperkuat sinergi antara sekolah dan orang tua dalam membentuk generasi yang berakhlak mulia dan berkemajuan.