Kepala Desa Bonorejo bersama perwakilan ExxonMobil Cepu Limited (EMCL), Alas Institute, dan masyarakat mengikuti Musyawarah Desa (Musdes) pembangunan Balkondes bernuansa tradisional di Desa Bonorejo, Kecamatan Gayam (Istimewa/kedungademmu.id)
Kedungademmu.idDesa Bonorejo, Kecamatan Gayam, segera memiliki Balai Ekonomi Desa (Balkondes) berkonsep estetika tradisional yang diproyeksikan menjadi pusat ekonomi sekaligus destinasi wisata baru yang ikonik di Kabupaten Bojonegoro.

Rencana pembangunan tersebut disepakati dalam Musyawarah Desa (Musdes) yang digelar pada Kamis (21/5/2026). Kegiatan itu dihadiri pemerintah desa, tokoh masyarakat, serta warga yang antusias menyambut hadirnya fasilitas baru bagi pengembangan ekonomi desa.

Balkondes ini dirancang dengan mengusung arsitektur terbuka bernuansa tradisional yang artistik. Konsep tersebut memadukan area teras luas, ruang terbuka, dan desain panggung yang diharapkan mampu menghadirkan suasana nyaman sekaligus menarik minat pengunjung dari berbagai daerah.

Kepala Desa Bonorejo, Rachmad Aksan, menyampaikan optimisme bahwa Balkondes akan menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat sekaligus daya tarik wisata desa.

“Kami optimistis Balkondes ini dapat menjadi pusat pengembangan UMKM, tempat pelatihan masyarakat, sekaligus destinasi wisata baru yang memiliki ciri khas tersendiri,” ujarnya.

Menurutnya, keberadaan Balkondes diharapkan mampu membuka peluang ekonomi baru bagi warga, khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Desa Bonorejo.

Pembangunan Balkondes tersebut merupakan bagian dari Program Pengembangan dan Pelibatan Masyarakat (PPM) ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) bersama SKK Migas Tahun 2026. Dalam pelaksanaannya, program ini didampingi oleh Alas Institute sebagai mitra pemberdayaan masyarakat.

Perwakilan EMCL, Slamet Rijadi, mengatakan bahwa dukungan terhadap pembangunan Balkondes merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam mendukung penguatan ekonomi masyarakat di wilayah sekitar operasi hulu migas.

“Kami berharap Balkondes ini tidak hanya menjadi bangunan fisik, tetapi benar-benar menjadi ruang produktif yang mampu meningkatkan pendapatan masyarakat secara berkelanjutan,” jelasnya.

Sementara itu, Manajer Program Alas Institute, Arul Efansyah, menegaskan pihaknya akan melakukan pendampingan tidak hanya dalam proses pembangunan fisik, tetapi juga dalam tata kelola dan manajemen pengelolaan Balkondes ke depan.

“Kami akan memastikan pembangunan berjalan sesuai perencanaan sekaligus memberikan penguatan kapasitas pengelolaan agar fasilitas ini benar-benar berkembang dan bermanfaat bagi masyarakat,” terangnya.

Dengan rampungnya tahapan Musdes, pembangunan Balkondes Desa Bonorejo segera memasuki tahap konstruksi fisik dan ditargetkan selesai pada akhir tahun 2026.

Keberadaan Balkondes bernuansa tradisional ini diharapkan menjadi simbol kebangkitan ekonomi desa sekaligus memperkuat identitas budaya lokal di tengah perkembangan pembangunan modern di Bojonegoro.