(www.unplash.com)
Oleh: Anis Nada Khairin
Anggota Bidang RPK PK IMM FKM UMJ Periode 2025–2026

Kedungademmu.idIduladha merupakan salah satu hari besar umat Islam yang diperingati setiap 10 Dzulhijjah. Pada momentum tersebut, umat Islam melaksanakan ibadah kurban sebagai bentuk ketaatan dan upaya mendekatkan diri kepada Allah Swt. Selain menjadi simbol pengorbanan, Iduladha juga mengandung nilai keikhlasan, kesabaran, dan kepedulian sosial yang penting diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Secara bahasa, kurban berasal dari kata qaraba yang berarti dekat. Dalam ajaran Islam, kurban dimaknai sebagai bentuk pendekatan diri seorang hamba kepada Allah Swt melalui pelaksanaan perintah-Nya. Ibadah kurban juga dikenal dengan istilah udhhiyah, yakni penyembelihan hewan ternak yang dilaksanakan pada Hari Raya Iduladha dan hari Tasyrik, yaitu tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah.

Perayaan Iduladha tidak dapat dipisahkan dari kisah keteladanan Nabi Ibrahim a.s. dan putranya, Nabi Ismail a.s. Kisah tersebut menjadi dasar disyariatkannya ibadah kurban dalam Islam. Nabi Ibrahim a.s. menerima perintah dari Allah Swt untuk menyembelih putranya sebagai ujian keimanan dan ketakwaan.

Meskipun perintah tersebut sangat berat, Nabi Ibrahim a.s. tetap menjalankannya dengan penuh keikhlasan dan kepatuhan. Di sisi lain, Nabi Ismail a.s. juga menunjukkan sikap sabar dan taat terhadap perintah Allah Swt. Ketika Nabi Ibrahim a.s. hendak melaksanakan perintah tersebut, Allah Swt kemudian mengganti Nabi Ismail a.s. dengan seekor domba sebagai hewan kurban.

Peristiwa tersebut mengandung pelajaran penting bahwa seorang hamba harus mengutamakan perintah Allah Swt di atas kepentingan pribadi. Nilai keikhlasan dan ketakwaan yang dicontohkan Nabi Ibrahim a.s. dan Nabi Ismail a.s. menjadi teladan bagi umat Islam dalam menjalani kehidupan.

Iduladha juga memiliki makna sosial yang sangat kuat. Melalui pembagian daging kurban, umat Islam diajarkan untuk berbagi dan peduli terhadap sesama, terutama masyarakat yang membutuhkan. Semangat kebersamaan dan kepedulian sosial inilah yang menjadi salah satu inti dari ibadah kurban.

Selain itu, Iduladha menjadi momentum untuk memperkuat hubungan antarsesama manusia sekaligus meningkatkan ketakwaan kepada Allah Swt. Sikap rela berkorban, membantu sesama, dan mengutamakan kepentingan bersama merupakan nilai-nilai yang relevan diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat.

Dengan demikian, Iduladha bukan sekadar perayaan keagamaan, melainkan juga sarana pembelajaran spiritual dan sosial bagi umat Islam. Melalui ibadah kurban, umat Islam diajak meneladani keikhlasan Nabi Ibrahim a.s., kesabaran Nabi Ismail a.s., serta membangun kepedulian terhadap sesama demi terciptanya kehidupan yang harmonis dan penuh keberkahan.