Kedungademmu.id—Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi kita Muhammad, beserta keluarga dan seluruh sahabatnya. Amma ba'du:
Sesungguhnya Allah telah
menciptakan neraka dan menjadikannya sebagai tempat bagi musuh-musuh-Nya yang
menyelisihi perintah-Nya, Allah memenuhi neraka tersebut dengan kemurkaan-Nya,
serta menjadikannya sebagai tempat berbagai macam azab yang tidak tertahankan, Allah
juga telah memperingatkan hamba-hamba-Nya dan menjelaskan kepada mereka
jalan-jalan keselamatan darinya, agar tidak ada lagi alasan bagi mereka setelah
itu.
Namun demikian, meskipun
peringatan tentang neraka telah disampaikan dengan sangat jelas, sebagian
manusia yang sedikit ilmunya dan sempit pandangannya, serta hanya berorientasi
pada kehidupan dunia tetap memilih untuk menyelisihi, membangkang, dan durhaka
kepada Rabb mereka. Hal ini disebabkan oleh ketidaktahuan mereka terhadap hak
Allah atas diri mereka, serta ketidaktahuan mereka terhadap hakikat neraka yang
telah Allah ancamkan kepada mereka. Lalu, apa yang dimaksud dengan neraka itu?
Dan bagaimana sifatnya?
Neraka sebagaimana firman Allah:
Dikatakan kepada Rasulullah ﷺ: “Wahai Rasulullah, apakah batu tersebut seperti batu di
dunia?” Beliau menjawab: “Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya,
sesungguhnya batu-batu itu seperti gunung-gunung.” Rasulullah ﷺ juga bersabda: “Api kalian ini yang dinyalakan oleh anak Adam
hanyalah satu bagian dari tujuh puluh bagian api neraka Jahannam.” Para sahabat
berkata: “Demi Allah, api itu saja sudah cukup, wahai Rasulullah.” Beliau
bersabda: “Sesungguhnya api neraka itu dilebihkan atasnya dengan enam puluh
sembilan bagian, yang masing-masing bagian sama panasnya.” (HR. Bukhari dan
Muslim)
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ
اٰمَنُوْا قُوْٓا اَنْفُسَكُمْ وَاَهْلِيْكُمْ نَارًا وَّقُوْدُهَا النَّاسُ
وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلٰۤىِٕكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَّا يَعْصُوْنَ اللّٰهَ
مَآ اَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُوْنَ مَا يُؤْمَرُوْنَ
“Wahai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu dan keluargamu
dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu. Penjaganya adalah
malaikat-malaikat yang kasar dan keras. Mereka tidak durhaka kepada Allah
terhadap apa yang Dia perintahkan kepadanya dan selalu mengerjakan apa yang
diperintahkan." (QS. At-Tahrim: 6)
Beliau ﷺ juga bersabda: “Pada hari Kiamat, neraka Jahannam didatangkan
dengan tujuh puluh ribu tali kekang, dan pada setiap tali kekang terdapat tujuh
puluh ribu malaikat yang menariknya.” (HR. Muslim)
Diriwayatkan dari Ka‘b al-Ahbar
bahwa ia berkata: “Demi Dzat yang jiwa Ka‘b berada di tangan-Nya, seandainya
engkau berada di timur dan neraka berada di barat, kemudian neraka itu
disingkapkan, niscaya otakmu akan keluar dari kedua lubang hidungmu karena
dahsyatnya panasnya! Wahai kaumku, apakah kalian mampu menghadapi ini? Ataukah
kalian mampu bersabar atasnya? Wahai kaumku, sesungguhnya ketaatan kepada Allah
itu lebih ringan bagi kalian, demi Allah daripada azab ini, maka taatilah Dia.”
Makanan penghuni neraka adalah
zaqqum dan minuman mereka adalah air yang sangat panas. Rasulullah ﷺ bersabda: “Seandainya setetes dari zaqqum jatuh ke dunia,
niscaya akan merusak kehidupan penduduk dunia. Maka bagaimana dengan orang yang
menjadikannya sebagai makanan?” (HR. Tirmidzi, ia berkata: hasan sahih)
Penghuni neraka berada dalam azab
yang terus-menerus, tidak ada istirahat, tidak ada tidur, dan tidak ada
ketenangan bagi mereka. Mereka berpindah dari satu azab ke azab yang lain.
Rasulullah ﷺ bersabda: “Sesungguhnya penghuni neraka
yang paling ringan azabnya adalah seseorang yang memakai dua sandal dan dua
tali sandal dari api, sehingga otaknya mendidih sebagaimana mendidihnya bejana.
Ia tidak melihat ada orang yang lebih berat azabnya daripada dirinya, padahal
dialah yang paling ringan azabnya.” (HR. Muslim)
Meskipun demikian, mereka
berharap kematian, namun mereka tidak akan mati. Wajah-wajah mereka menjadi
hitam, penglihatan mereka menjadi buta, lisan mereka menjadi kelu, punggung
mereka hancur, dan tulang-tulang mereka remuk.
Allah berfirman:
“Mereka ingin keluar dari neraka, tetapi mereka tidak akan dapat keluar darinya, dan mereka memperoleh azab yang kekal.” (QS. Al-Ma’idah: 37)
“Mereka ingin keluar dari neraka, tetapi mereka tidak akan dapat keluar darinya, dan mereka memperoleh azab yang kekal.” (QS. Al-Ma’idah: 37)
Dan firman-Nya:“Sesungguhnya
orang-orang yang kufur pada ayat-ayat Kami kelak akan Kami masukkan ke dalam
neraka. Setiap kali kulit mereka hangus, Kami ganti dengan kulit yang lain agar
mereka merasakan (kepedihan) azab. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha
Bijaksana.” (QS. An-Nisa: 56)
Pakaian penghuni neraka terbuat
dari api. "Pakaian mereka adalah dari cairan
aspal (yang mendidih), dan wajah mereka ditutup oleh api.” (QS. Ibrahim: 50)
Minuman dan makanan mereka pun
dari api. “Dalam neraka dan diberi minuman dengan air yang mendidih
sehingga usus mereka terpotong-potong?" (QS. Muhammad: 15)
Ibnu al-Jauzi rahimahullah berkata dalam menggambarkan neraka:
“(Neraka) adalah tempat yang penghuninya dikhususkan dalam keterasingan, diharamkan dari kenikmatan harapan dan kebahagiaan, wajah-wajah mereka yang dahulu berseri diganti dengan kegelapan, mereka dipukul dengan palu-palu yang lebih keras daripada gunung-gunung besar, diatasnya terdapat malaikat-malaikat yang kasar lagi keras. Seandainya engkau melihat penduduk neraka ketika berada dalam air yang mendidih dan dilemparkan ke dalam dingin yang sangat menusuk (zamharir), niscaya engkau akan menyaksikan kesedihan mereka yang terus-menerus tanpa kegembiraan, dan tempat tinggal mereka yang abadi tanpa perpindahan selama-lamanya.
Ibnu al-Jauzi rahimahullah berkata dalam menggambarkan neraka:
“(Neraka) adalah tempat yang penghuninya dikhususkan dalam keterasingan, diharamkan dari kenikmatan harapan dan kebahagiaan, wajah-wajah mereka yang dahulu berseri diganti dengan kegelapan, mereka dipukul dengan palu-palu yang lebih keras daripada gunung-gunung besar, diatasnya terdapat malaikat-malaikat yang kasar lagi keras. Seandainya engkau melihat penduduk neraka ketika berada dalam air yang mendidih dan dilemparkan ke dalam dingin yang sangat menusuk (zamharir), niscaya engkau akan menyaksikan kesedihan mereka yang terus-menerus tanpa kegembiraan, dan tempat tinggal mereka yang abadi tanpa perpindahan selama-lamanya.
“Celaan yang mereka terima lebih berat daripada azab itu
sendiri, penyesalan mereka lebih besar daripada musibah. Mereka menangis atas
waktu muda yang dahulu mereka sia-siakan, dan setiap kali tangisan mereka
bertambah, penderitaan pun semakin bertambah. Betapa besarnya penyesalan mereka
karena kemurkaan Sang Pencipta, betapa berat penderitaan mereka karena besarnya
bencana, betapa hinanya mereka di hadapan seluruh makhluk.
“Di manakah hasil
usaha mereka untuk dunia yang fana? Di manakah kesungguhan mereka dalam
kemaksiatan? Di manakah upaya mereka mengikuti kesalahan manusia? Seakan-akan
semuanya hanyalah mimpi yang kosong. Kemudian jasad-jasad itu dibakar,
dan setiap kali hangus, ia dikembalikan lagi untuk dibakar. Di atasnya terdapat
malaikat-malaikat yang kasar lagi keras.”
Maka renungkanlah, wahai
saudaraku keadaan orang-orang yang sengsara itu, bagaimana mereka
berbolak-balik dalam berbagai macam azab dan merasakan di dalam Jahannam
sesuatu yang tidak sanggup ditanggung oleh gunung-gunung, serta yang
penyebutannya saja mampu menghancurkan hati.
Apakah engkau telah melihat, wahai saudaraku, keadaan penghuni neraka dan kesengsaraan yang mereka rasakan?
Apakah engkau telah melihat, wahai saudaraku, keadaan penghuni neraka dan kesengsaraan yang mereka rasakan?
Bayangkanlah seorang hamba
seandainya ia termasuk di antara mereka, kita memohon kepada Allah agar tidak
termasuk di dalamnya, ketika ia diperintahkan menuju Jahannam, ketika ia
melihat jembatan shirath dengan ketipisannya, kedahsyatannya, dan besarnya
bahayanya, ketika ia melihat orang-orang yang tergelincir di depan dan di
belakangnya, kepala mereka terbalik, kaki mereka terangkat di atas shirath, dan
api menyala-nyala mengejar mereka, sementara mereka berteriak memohon
keselamatan.
Ketika ia melihat itu semua dalam
keadaan takut dan gentar, khawatir akan menyusul mereka, tiba-tiba kakinya
tergelincir dari shirath, akalnya pun hilang, lalu tergelincir lagi kaki yang
lain hingga kepalanya terbalik, tidak lama kemudian, kait-kait (besi) telah
menancap pada kulit dan dagingnya, lalu ia ditarik, dan api segera menyambutnya
dengan kobaran dan kemarahan karena murka Rabb-nya.
Api itu menariknya sementara ia
berteriak: “Celaka aku, celaka aku!” Hingga ketika ia telah masuk ke dalamnya,
api itu menutupinya dengan panasnya yang membakar, tubuhnya pun membengkak saat
pertama kali dilemparkan ke dalamnya, kemudian tidak lama setelah itu tubuhnya
meleleh, dagingnya berguguran, dan tulang-tulangnya hancur. Ia terus berteriak,
namun tidak diberi belas kasihan, dan ia berharap untuk kembali agar dapat
bertaubat, tetapi seruannya tidak dikabulkan, mereka mencari istirahat di
antara air panas dan api, namun tidak ada istirahat dan tidak ada ketenangan
selamanya.
Ketika kesengsaraan dan rasa haus
semakin memuncak, dan keletihan telah mencapai puncaknya, ia teringat akan
surga. Maka bangkitlah rasa sesak dari hatinya sampai ke tenggorokannya,
sebagai bentuk penyesalan atas hilangnya kesempatan untuk berada di sisi Allah,
dan kesedihan atas kenikmatan surga yang ia sia-siakan sendiri akibat dosa dan
maksiat, lalu ia bergegas memohon kepada Allah agar dikembalikan ke dunia untuk
beramal saleh, namun ia dibiarkan dalam waktu yang sangat lama tanpa jawaban,
sebagai bentuk kehinaan baginya, kemudian, setelah itu, ia dipanggil dengan
penuh kekecewaan, “Tinggallah
kalian di dalamnya dengan hina, dan janganlah kalian berbicara dengan-Ku.” (QS. Al-Mu’minun: 108)
Untuk menambah keputusasaan dan
penyesalan mereka, Allah pun menutup rapat pintu-pintu neraka atas mereka dan
atas seluruh musuh-Nya yang ada di dalamnya, betapa besar keputusasaan mereka para
penghuni Jahannam ketika mendengar suara pintu-pintu itu ditutup rapat atas
mereka.
Mereka pun menyadari bahwa Allah
menutupnya agar tidak ada seorang pun yang dapat keluar darinya selama-lamanya,
maka hancurlah hati mereka karena keputusasaan, dan terputuslah segala harapan
bahwa tidak akan ada lagi jalan keluar, tidak ada celah untuk terbebas dari
azab Allah selamanya.
Kekekalan tanpa kematian, azab
yang tidak pernah terangkat dari tubuh mereka.
Kesedihan yang tidak pernah berakhir, penyakit yang tidak pernah sembuh.
Belenggu yang tidak pernah terlepas, rantai yang tidak pernah terbuka.
Haus yang tidak pernah terpuaskan, tangisan mereka tidak dikasihani.Doa mereka tidak dikabulkan, taubat mereka tidak diterima, mereka berada dalam azab yang terus-menerus dan kehinaan yang tidak terputus.
Kesedihan yang tidak pernah berakhir, penyakit yang tidak pernah sembuh.
Belenggu yang tidak pernah terlepas, rantai yang tidak pernah terbuka.
Haus yang tidak pernah terpuaskan, tangisan mereka tidak dikasihani.Doa mereka tidak dikabulkan, taubat mereka tidak diterima, mereka berada dalam azab yang terus-menerus dan kehinaan yang tidak terputus.
Kemudian Allah mengutus para
malaikat dengan penutup-penutup dari api, paku-paku dari api, dan tiang-tiang
dari api, lalu mereka ditutup rapat dengan penutup-penutup itu, dikunci dengan
paku-paku tersebut, dan dipanjangkan dengan tiang-tiang itu, sehingga tidak
tersisa celah sedikit pun, tidak ada udara yang masuk, dan tidak ada kesempitan
yang keluar.
Kemudian Ar-Rahman melupakan
mereka, “Mereka telah
melupakan Allah, maka Allah melupakan mereka.”
(QS. At-Taubah: 67)
“Sesungguhnya neraka itu tertutup rapat atas mereka, (yaitu) dalam tiang-tiang yang dipanjangkan.” (QS. Al-Humazah: 8–9)
“Sesungguhnya neraka itu tertutup rapat atas mereka, (yaitu) dalam tiang-tiang yang dipanjangkan.” (QS. Al-Humazah: 8–9)
Betapa sengsaranya kehidupan itu,
dan betapa sengsaranya para penghuninya, kita memohon kepada Allah agar tidak
termasuk di dalamnya, betapa besar kerugian yang tidak akan pernah dapat
digantikan.
Betapa menyedihkan keadaan akal manusia yang mendengar semua ini tentang azab dan kesengsaraan tersebut dan bahkan meyakininya, namun tetap tidak peduli, tidak berusaha menjauh darinya, bahkan justru berjalan menuju kepadanya dengan kehendak dan pilihannya sendiri.
Betapa menyedihkan keadaan akal manusia yang mendengar semua ini tentang azab dan kesengsaraan tersebut dan bahkan meyakininya, namun tetap tidak peduli, tidak berusaha menjauh darinya, bahkan justru berjalan menuju kepadanya dengan kehendak dan pilihannya sendiri.
Semoga Allah memberikan taufik
kepada kita semua untuk melakukan apa yang Dia cintai dan ridhai, serta
menyelamatkan kita dengan ampunan dan karunia-Nya dari pedihnya azab dan
dahsyatnya murka-Nya.
Diterjemahkan dengan sedikit penyesuaian dari:
https://www.islamweb.net/ar/article/197053/%D9%88%D8%A5%D8%B0%D8%A7-%D8%A7%D9%84%D8%AC%D8%AD%D9%8A%D9%85-%D8%B3%D8%B9%D8%B1%D8%AA
Diterjemahkan dengan sedikit penyesuaian dari:
https://www.islamweb.net/ar/article/197053/%D9%88%D8%A5%D8%B0%D8%A7-%D8%A7%D9%84%D8%AC%D8%AD%D9%8A%D9%85-%D8%B3%D8%B9%D8%B1%D8%AA

