Masjid At-Taqwa Pimpinan Daerah Muhammadiyah Bojonegoro (radarbojonegoro.jawapos.com)

Kedungademmu.id
Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Bojonegoro menerima hibah bangunan senilai Rp 5,5 miliar dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro. Hibah tersebut menjadi salah satu bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap organisasi kemasyarakatan yang selama ini aktif berkontribusi dalam bidang pendidikan, kesehatan, sosial, dan keagamaan di Kabupaten Bojonegoro.

Bantuan berupa bangunan itu masuk dalam pembahasan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) APBD Bojonegoro Tahun 2026. Kehadiran fasilitas baru tersebut diharapkan mampu memperkuat peran Muhammadiyah dalam menjalankan berbagai program pelayanan kepada masyarakat.

Selama ini, Muhammadiyah Bojonegoro dikenal memiliki jaringan amal usaha yang cukup luas. Mulai dari lembaga pendidikan, layanan kesehatan, kegiatan sosial kemasyarakatan, hingga berbagai program pemberdayaan umat yang tersebar di sejumlah wilayah. Karena itu, kebutuhan sarana organisasi yang representatif menjadi bagian penting untuk mendukung pengembangan program yang terus berkembang.

Wakil Ketua PDM Bojonegoro, Sholikin Jamik, menyampaikan apresiasi atas perhatian yang diberikan Pemkab Bojonegoro kepada Muhammadiyah. Menurutnya, hibah tersebut akan menjadi energi baru bagi organisasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

“Ini merupakan amanah yang harus kami jaga dengan sebaik-baiknya. Insyaallah bangunan tersebut akan digunakan untuk mendukung kegiatan organisasi dan pelayanan kepada umat,” ujarnya.

Sholikin menegaskan bahwa Muhammadiyah memandang fasilitas tersebut bukan sekadar aset fisik organisasi, melainkan sarana untuk memperluas manfaat bagi masyarakat. Karena itu, pengelolaan dan pemanfaatannya akan diarahkan untuk mendukung berbagai kegiatan yang bersifat produktif dan berdampak luas.

“Kami berterima kasih kepada Pemkab Bojonegoro atas kepercayaan ini. Muhammadiyah akan berupaya memanfaatkan hibah tersebut secara maksimal agar manfaatnya bisa dirasakan masyarakat,” kata Sholikin.

Menurutnya, kebutuhan ruang kegiatan yang memadai semakin penting seiring bertambahnya aktivitas organisasi. Berbagai majelis dan lembaga di bawah Muhammadiyah membutuhkan ruang koordinasi, pembinaan kader, pelatihan, hingga kegiatan sosial yang lebih representatif.

Dengan adanya gedung baru, berbagai agenda organisasi diharapkan dapat berjalan lebih efektif. Selain menjadi pusat koordinasi Muhammadiyah, bangunan tersebut juga dapat dimanfaatkan untuk kegiatan kemasyarakatan, pengajian, seminar, pelatihan, diskusi publik, hingga program pemberdayaan ekonomi umat.

Muhammadiyah selama ini dikenal sebagai organisasi Islam yang aktif mengambil peran dalam pembangunan masyarakat. Melalui pendekatan dakwah berkemajuan, organisasi ini tidak hanya bergerak dalam bidang keagamaan, tetapi juga terlibat dalam penguatan sektor pendidikan, kesehatan, dan sosial.

Di Bojonegoro, kontribusi Muhammadiyah telah berlangsung selama puluhan tahun. Berbagai amal usaha yang dikelola organisasi tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di daerah. Kehadiran sekolah-sekolah Muhammadiyah, layanan kesehatan, hingga kegiatan sosial kemasyarakatan telah memberi manfaat bagi masyarakat lintas kalangan.

Karena itu, hibah bangunan dari Pemkab Bojonegoro dinilai sebagai bentuk sinergi yang positif antara pemerintah daerah dan organisasi kemasyarakatan. Dukungan tersebut diharapkan dapat memperkuat kolaborasi dalam menghadirkan pelayanan yang lebih luas bagi masyarakat.

Selain mendukung aktivitas internal organisasi, keberadaan gedung baru juga berpotensi menjadi pusat pengembangan berbagai program strategis Muhammadiyah. Mulai dari pendidikan kader, penguatan ekonomi umat, pengembangan dakwah digital, hingga peningkatan kapasitas sumber daya manusia.

Sholikin Jamik menilai bahwa tantangan masyarakat saat ini semakin kompleks sehingga membutuhkan kerja sama berbagai pihak. Organisasi kemasyarakatan, pemerintah, lembaga pendidikan, dan masyarakat perlu terus membangun kolaborasi agar berbagai persoalan sosial dapat diatasi secara bersama-sama.

Hibah bangunan senilai Rp 5,5 miliar tersebut menjadi salah satu langkah strategis untuk memperkuat kelembagaan Muhammadiyah Bojonegoro di masa mendatang. Dengan dukungan sarana yang lebih memadai, organisasi diharapkan semakin optimal dalam menjalankan perannya sebagai mitra masyarakat dan pemerintah dalam membangun kehidupan yang maju, berkeadaban, dan berkemajuan.

Ke depan, keberadaan gedung baru itu diharapkan tidak hanya menjadi pusat aktivitas Muhammadiyah, tetapi juga menjadi ruang kolaborasi berbagai elemen masyarakat dalam mendorong pembangunan daerah. Semangat pelayanan, pemberdayaan, dan dakwah yang selama ini menjadi ciri gerakan Muhammadiyah diharapkan semakin berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi warga Bojonegoro.