Kedungademmu.idPerguruan Muhammadiyah Sugihwaras menggelar tasyakuran dan pelepasan siswa kelas VI, IX, dan XII dari empat lembaga pendidikan Muhammadiyah di Kecamatan Sugihwaras, Kabupaten Bojonegoro, Sabtu (16/5/2026). Kegiatan yang berlangsung di Gedung Serbaguna Sugihwaras tersebut berjalan meriah, khidmat, dan penuh nuansa kekeluargaan.

Acara diikuti 250 peserta yang terdiri atas siswa, wali murid, guru, tokoh Muhammadiyah, serta tamu undangan dari berbagai unsur masyarakat dan pemerintahan.

Empat lembaga pendidikan yang terlibat dalam kegiatan tersebut meliputi MI Muhammadiyah 22 Sugihwaras, SMP Muhammadiyah 06 Sugihwaras, MTs Muhammadiyah 04 Sugihwaras, dan SMA Muhammadiyah 04 Sugihwaras.

Rangkaian acara diawali dengan kirab siswa tingkat akhir yang memasuki area gedung didampingi dewan guru dan wali murid. Suasana semakin semarak dengan berbagai penampilan seni dan kreativitas siswa, mulai dari musik islami, tahfiz Al-Qur’an, pidato, tari, hingga atraksi budaya yang mendapat apresiasi meriah dari para hadirin.

Kegiatan tersebut turut dihadiri unsur Forkopimcam Sugihwaras, Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Sugihwaras, organisasi otonom Muhammadiyah, tokoh pendidikan, komite sekolah dan madrasah, serta Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) se-Kecamatan Sugihwaras.

Ketua panitia, Sutikno, menyampaikan bahwa kegiatan tasyakuran dan pelepasan ini bukan sekadar seremoni kelulusan, melainkan momentum syukur sekaligus penguatan nilai pendidikan Muhammadiyah bagi generasi muda.

“Anak-anak hari ini bukan hanya dilepas sebagai lulusan, tetapi juga diamanahi menjadi kader umat dan bangsa yang membawa manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Suasana semakin khidmat saat penyampaian keynote speech oleh M. Yazid Mar’i. Dalam paparannya, ia menegaskan pentingnya menjaga arah pendidikan Muhammadiyah agar tetap sesuai dengan cita-cita persyarikatan.

Menurutnya, pendidikan Muhammadiyah tidak boleh hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga harus mampu membentuk karakter, akhlak, dan kepribadian Islami peserta didik.

“Pendidikan Muhammadiyah harus tetap berpijak pada tujuan besarnya, yakni mewujudkan manusia muslim yang bertakwa, berakhlak mulia, cakap, percaya diri, cinta tanah air, dan berguna bagi masyarakat,” tuturnya.

Ia juga menekankan bahwa cita-cita besar KH Ahmad Dahlan adalah melahirkan ulama yang intelektual dan intelektual yang ulama. Karena itu, sekolah Muhammadiyah diharapkan terus menjadi ruang tumbuhnya generasi berkemajuan yang unggul secara spiritual maupun intelektual.

Selain prosesi pelepasan siswa, acara juga diisi dengan penyerahan penghargaan kepada siswa berprestasi akademik dan nonakademik dari masing-masing lembaga. Momen tersebut berlangsung haru ketika para siswa berpamitan dengan guru-guru mereka.

Para wali murid menyambut positif kegiatan lintas jenjang tersebut. Mereka menilai kolaborasi antar-lembaga Muhammadiyah di Sugihwaras menjadi bentuk sinergi yang baik dalam membangun pendidikan berbasis nilai keislaman dan kebangsaan.

“Kami berharap sekolah Muhammadiyah di Sugihwaras semakin maju dan terus melahirkan generasi yang berilmu, berakhlak, serta peduli terhadap masyarakat,” ujar salah seorang wali murid.

Kegiatan tasyakuran dan pelepasan ditutup dengan doa bersama dan sesi foto seluruh peserta serta tamu undangan. Momentum tersebut menjadi penanda akhir perjalanan pendidikan siswa di jenjang masing-masing sekaligus awal langkah menuju masa depan yang lebih luas dan penuh harapan.