Foto Dr. H. Bambang Utomo, MM. dalam Sambutan Penutupan PKDTM 1 PC IPM Kedungadem (Istimewa/Kedungademmu.di)

Kedungademmu.id
— Pelatihan Kader Dasar Taruna Melati 1 Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Muhammadiyah  Kedungadem resmi ditutup pada Minggu (31/5/2026) di Perguruan Muhammadiyah Balongcabe. Kegiatan yang menjadi gerbang awal kaderisasi IPM tersebut ditutup oleh Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kedungadem, Dr. H. Bambang Utomo, MM.

Dalam sambutannya, Bambang Utomo menegaskan bahwa pengkaderan merupakan nafas perjuangan Muhammadiyah. Menurutnya, keberlangsungan gerakan Muhammadiyah hingga saat ini tidak terlepas dari proses kaderisasi yang terus berjalan dari generasi ke generasi.

“Pengkaderan adalah nafas perjuangan. Muhammadiyah dapat terus hidup dan berkembang karena adanya kaderisasi yang menyiapkan generasi penerus perjuangan,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa Muhammadiyah memiliki banyak amal usaha dan aset perjuangan yang tersebar di berbagai bidang, mulai dari pendidikan, kesehatan, sosial, hingga dakwah. Karena itu, keberadaan kader menjadi kebutuhan yang sangat penting untuk melanjutkan dan mengembangkan amanah tersebut di masa depan.

“Muhammadiyah memiliki banyak aset dan amal usaha. Siapa yang akan melanjutkan, mengelola, dan mengembangkannya jika bukan kader-kader yang hari ini sedang dipersiapkan melalui proses perkaderan,” ungkapnya.

Bambang menambahkan bahwa peserta PKDTM 1 tidak hanya dipersiapkan sebagai kader organisasi semata, melainkan sebagai kader persyarikatan, kader umat, dan kader bangsa. Oleh sebab itu, para peserta diharapkan memiliki wawasan yang luas, semangat pengabdian, serta komitmen untuk memberikan manfaat bagi masyarakat.

Selain menjadi penerus organisasi, ia juga mengingatkan pentingnya memegang teguh janji setia yang telah diikrarkan selama pelatihan. Menurutnya, janji tersebut bukan hanya formalitas dalam kegiatan perkaderan, tetapi merupakan komitmen yang harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Janji setia yang telah diucapkan memiliki konsekuensi. Jangan hanya berhenti di ruang perkaderan, tetapi harus diimplementasikan dalam sikap, perilaku, dan tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia mengajak para kader untuk terus memperkuat pemahaman dan komitmen bermuhammadiyah. Dengan memahami nilai-nilai, ideologi, dan cita-cita Muhammadiyah, kader diharapkan mampu menjadi pribadi yang berkemajuan sekaligus menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan di tengah masyarakat.

Menutup sambutannya, Bambang Utomo berharap para peserta PKDTM 1 dapat tumbuh menjadi kader yang kokoh dalam ideologi, aktif dalam pengabdian, dan siap melanjutkan estafet perjuangan Muhammadiyah. Ia juga menegaskan bahwa kader-kader IPM hari ini merupakan tunas bangsa yang kelak akan mengambil peran penting dalam kehidupan umat, bangsa, dan negara.