Program tersebut digelar sebagai upaya memperkuat pemahaman generasi muda terhadap pentingnya penggunaan teknologi dan media sosial secara sehat, cerdas, serta bertanggung jawab di era digital.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF Pimpinan Daerah Muhammadiyah Bojonegoro, Mustadjid. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya pendidikan karakter dan penguatan literasi digital di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat.
“Anak-anak muda saat ini hidup berdampingan dengan teknologi dan media sosial. Karena itu, diperlukan pendampingan agar mereka mampu menggunakan teknologi secara sehat, cerdas, dan bertanggung jawab,” ujarnya.
Sambutan berikutnya disampaikan perwakilan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Padangan, Firman. Ia mengapresiasi kolaborasi antara EMCL dan sekolah Muhammadiyah dalam mendukung peningkatan kemampuan digital siswa.
Sementara itu, Kepala SMK Muhammadiyah 4 Padangan, Moch Nur Muadzin, menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada sekolahnya sebagai lokasi pelaksanaan program.
“Kami berharap program ini mampu membentuk siswa yang tidak hanya cakap teknologi, tetapi juga memiliki etika dan tanggung jawab dalam menggunakan media digital,” ungkapnya.
Turut hadir pula perwakilan Pemuda Muhammadiyah yang memberikan dukungan terhadap penguatan literasi digital di kalangan remaja sebagai bagian dari upaya membangun generasi muda yang kreatif dan produktif.
Pada sesi utama, narasumber Faisol memaparkan gambaran Program Literasi Digital yang akan berlangsung selama enam bulan ke depan. Dalam program tersebut, setiap sekolah akan melibatkan satu guru champion dan satu siswa sebagai peserta inti pelatihan.
Menurut Faisol, program ini tidak hanya berfokus pada kemampuan menggunakan teknologi, tetapi juga membangun kesadaran siswa terhadap berbagai tantangan di dunia digital, seperti perundungan siber (cyberbullying), penyebaran hoaks, hingga bahaya judi daring.
“Media sosial bisa menjadi sarana yang sangat bermanfaat apabila digunakan secara bijak. Karena itu, siswa perlu dibekali kemampuan memilah informasi, menjaga etika digital, serta memanfaatkan media sosial untuk hal-hal positif dan kreatif,” jelasnya.
Selain pelatihan, pada akhir program nantinya juga akan digelar lomba pembuatan konten media sosial kreatif yang diikuti sekitar 20 sekolah negeri maupun swasta. Melalui kegiatan tersebut, siswa diharapkan mampu menghasilkan konten edukatif dan inspiratif yang bermanfaat bagi masyarakat.
Selama kegiatan berlangsung, para siswa tampak aktif mengikuti materi dan berdiskusi dengan narasumber. Sejumlah siswa seperti Sindy, Akbar, Yusuf, Aditya, dan Fauzy turut berpartisipasi dalam sesi tanya jawab.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para siswa semakin memahami pentingnya literasi digital serta mampu menjadi generasi muda yang cerdas, sehat, dan bijak dalam memanfaatkan teknologi di era digital.

