Pertandingan cabang olahraga pencak silat berlangsung di Akademi Komunitas Negeri (AKN) Pacitan, Selasa (20/5/2026), dalam rangkaian Porseni Kabupaten Pacitan 2026 yang digelar sejak 18 hingga 21 Mei 2026.
Ajang tahunan yang mengusung jingle “Nyawiji Berprestasi” itu diikuti sebanyak 2.378 atlet pelajar dari 12 kecamatan se-Kabupaten Pacitan. Dalam kompetisi tersebut, SMP MBS Pringkuku berhasil menunjukkan kemampuan terbaiknya di cabang pencak silat kategori putra maupun putri.
Pada kategori putri, Juara 1 diraih SMPN 3 Ngadirojo, Juara 2 SMPN 2 Tegalombo, dan Juara 3 diraih SMP MBS Pringkuku. Sementara pada kategori putra, Juara 1 diraih SMPN 3 Ngadirojo, Juara 2 SMPN 1 Pacitan, dan Juara 3 kembali diraih SMP MBS Pringkuku.
Kepala SMP MBS Pringkuku, Hadi Sovi’in, menyampaikan rasa syukur atas capaian tersebut. Menurutnya, prestasi itu menjadi bukti kerja keras siswa serta dukungan berbagai pihak dalam pembinaan sekolah.
“Prestasi ini merupakan hasil kerja keras siswa, pelatih, guru pendamping, serta dukungan orang tua. Kami bersyukur sekolah yang masih relatif muda mampu bersaing di tingkat kabupaten,” ujarnya.
Sekolah yang berlokasi di Jalan Janti–Poko Km 1, Desa Gondang, Kecamatan Pringkuku, Kabupaten Pacitan itu dikenal sebagai lembaga pendidikan berbasis boarding school yang mengintegrasikan pendidikan formal dengan pembinaan asrama selama 24 jam.
Selain fokus pada akademik, SMP MBS Pringkuku juga aktif mengembangkan bakat siswa di bidang olahraga, seni, serta pembinaan karakter dan akhlakul karimah.
Camat Pringkuku, Widhi Kusumaningtyas, turut mengapresiasi prestasi yang diraih SMP MBS Pringkuku. Ia menilai capaian tersebut menunjukkan perkembangan positif dunia pendidikan di Kecamatan Pringkuku.
“Prestasi ini membuktikan bahwa sekolah di Kecamatan Pringkuku mampu bersaing dan berprestasi di tingkat kabupaten. Semoga menjadi motivasi bagi pelajar lainnya untuk terus berkembang,” katanya.
Apresiasi juga disampaikan Kepala Desa Pringkuku, Jumari Hartono. Ia menyebut keberhasilan tersebut menjadi kebanggaan masyarakat setempat sekaligus bukti pembinaan generasi muda berjalan dengan baik.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pacitan, Khemal Pandhu Pratikna, menegaskan bahwa ajang Porseni bukan sekadar kompetisi, tetapi sarana membangun karakter, sportivitas, dan semangat berprestasi bagi pelajar.

