Tiga kader Tapak Suci asal Desa Ngrandu, Kecamatan Kedungadem, berfoto bersama usai meraih medali pada cabang pencak silat dalam ajang nasional Muhammadiyah Games 2026 mewakili Pimda 022 Tapak Suci Bojonegoro (Istimewa/kedungademmu.id)
Kedungademmu.id Tiga kader Tapak Suci asal Desa Ngrandu, Kecamatan Kedungadem Kabupaten Bojonegoro, berhasil menorehkan prestasi membanggakan dalam ajang nasional Muhammadiyah Games 2026. Ketiganya sukses meraih medali pada cabang olahraga pencak silat mewakili Pimda 022 Tapak Suci Bojonegoro. (18/5/2026)

Adapun atlet yang berhasil membawa pulang medali tersebut yakni Abdullah Alfarizi Saputra yang meraih Juara 2 Kelas Tanding F Remaja Putra, Fadhli Sholihul Huda sebagai Juara 3 Kelas Tanding D Remaja Putra, serta Ahmad Ashfa Rizqia yang memperoleh Juara 3 Kelas Tanding G Praremaja Putra.

Ajang Muhammadiyah Games 2026 merupakan kompetisi olahraga tingkat nasional perdana yang diselenggarakan oleh Lembaga Pengembangan Olahraga (LPO). Kegiatan tersebut menjadi wadah pembinaan bakat, pengembangan karakter, sekaligus penjaringan atlet muda Muhammadiyah dari berbagai daerah di Indonesia.

Perhelatan olahraga nasional itu berlangsung pada 12–23 Mei 2026 dan digelar di tiga kota, yakni Yogyakarta, Surakarta, dan Purwokerto. Berbagai cabang olahraga dipertandingkan, di antaranya pencak silat Tapak Suci, panahan, atletik, bulu tangkis, bola voli indoor, dan tenis meja.

Selain menjadi arena kompetisi, Muhammadiyah Games juga menanamkan nilai sportivitas, disiplin, tanggung jawab, dan ukhuwah Islamiyah kepada seluruh peserta.

Keberhasilan tiga kader asal Ngrandu tersebut turut memperkuat capaian kontingen Tapak Suci Bojonegoro. Secara keseluruhan, Tapak Suci Bojonegoro berhasil membawa pulang dua medali emas, dua medali perak, dan tiga medali perunggu dalam ajang nasional tersebut.

Prestasi itu menjadi bukti bahwa kerja keras, disiplin latihan, dan semangat juang generasi muda mampu menghasilkan capaian membanggakan di tingkat nasional.

Tidak hanya mengharumkan nama pribadi, para atlet juga turut membawa nama baik Desa Ngrandu, Tapak Suci Bojonegoro, serta Muhammadiyah di kancah olahraga nasional.

Diharapkan, capaian tersebut dapat menjadi motivasi bagi generasi muda lainnya untuk terus mengembangkan potensi, berani berkompetisi, dan menjadikan olahraga sebagai sarana membangun karakter serta prestasi yang positif.