
Kedungademmu.id—Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof. Dr. Abdul Mu'ti, M.Ed., dalam berbagai kesempatan sering menyampaikan secara humoris tentang beragam varian warga Muhammadiyah. Istilah tersebut digunakan sebagai sarana refleksi untuk memahami dinamika yang berkembang di lingkungan persyarikatan.
Menurut Abdul Mu'ti, warga Muhammadiyah tidak dapat dipandang sebagai kelompok yang seragam. Dalam praktik kehidupan sehari-hari, terdapat beragam corak pemikiran, sikap, dan pendekatan dalam menjalankan ajaran Islam maupun aktivitas berorganisasi.
Salah satu varian yang sering disebut adalah Muhlas (Muhammadiyah Ikhlas). Kelompok ini dikenal aktif berkhidmat di Muhammadiyah dengan penuh keikhlasan, bekerja tanpa banyak menuntut penghargaan, serta menjadikan pengabdian sebagai bagian dari ibadah.
Varian berikutnya adalah Muda (Muhammadiyah Ahmad Dahlan). Kelompok ini berusaha meneladani pemikiran Kiai Ahmad Dahlan yang berpikiran maju, terbuka terhadap perubahan, serta mampu berdialog dengan realitas sosial tanpa meninggalkan prinsip-prinsip dasar Islam.
Selain itu, terdapat Munu (Muhammadiyah-NU), yaitu warga Muhammadiyah yang secara organisatoris berada di Muhammadiyah, tetapi dalam kehidupan sosial-keagamaan masih mempertahankan sejumlah tradisi yang lazim berkembang di lingkungan Nahdlatul Ulama.
Adapun varian lainnya adalah Munas (Muhammadiyah Nasionalis) atau yang kerap disebut MarMud (Marhaenis-Muhammadiyah). Kelompok ini menaruh perhatian besar pada isu-isu kebangsaan, keadilan sosial, dan pemberdayaan masyarakat dengan memadukan nilai-nilai keislaman dan semangat nasionalisme.
Abdul Mu'ti menegaskan bahwa berbagai istilah tersebut bukanlah kategori resmi dalam Muhammadiyah. Istilah-istilah itu lebih merupakan cara untuk menggambarkan realitas sosial yang beragam di kalangan warga persyarikatan sekaligus menjadi bahan introspeksi agar Muhammadiyah tetap menjadi gerakan Islam yang inklusif, berkemajuan, dan mampu merangkul berbagai latar belakang anggotanya.
Pada akhirnya, apa pun variannya, seluruh warga Muhammadiyah memiliki tujuan yang sama, yaitu berkontribusi dalam dakwah Islam, memajukan pendidikan, memberdayakan masyarakat, serta mewujudkan cita-cita Muhammadiyah untuk menghadirkan Islam yang membawa kemajuan bagi umat dan bangsa.
