Peserta bedah buku bersama Dr. H. Bambang Utomo, M.M. mengabadikan momen kebersamaan setelah kegiatan yang dihadiri unsur KUA, lembaga pendidikan, NU, Muhammadiyah, BKMT, Klinik, dan BMT Amanah Bersama (Istimewa/kedungademmu.id)
Kedungademmu.idPerkembangan teknologi digital telah mengubah banyak aspek kehidupan manusia, termasuk cara memahami dan menjalankan ajaran agama. Di tengah derasnya arus informasi yang mengalir tanpa batas, masyarakat dituntut memiliki pegangan yang kuat agar tidak kehilangan arah dalam kehidupan sosial maupun keberagamaannya.

Berangkat dari kegelisahan tersebut, Dr. H. Bambang Utomo, M.M. menggelar bedah buku karya terbarunya yang berjudul Peta Jalan Kehidupan Sosial Beragama Masyarakat Modern di Era Digital. Kegiatan ini dirangkaikan dengan peringatan milad ke-56 beliau dan dihadiri 40 peserta dari berbagai unsur masyarakat.

Hadir Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) beserta staf, perwakilan lembaga pendidikan, organisasi kemasyarakatan Islam Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah, Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT), perwakilan klinik kesehatan, serta jajaran BMT Amanah Bersama.

Dalam pemaparannya, Bambang Utomo menjelaskan bahwa kehidupan manusia modern saat ini tidak dapat dipisahkan dari teknologi digital. Layar gawai telah menjadi jendela utama manusia dalam melihat dunia, mencari informasi, memperoleh hiburan, bahkan menemukan makna hidup.

"Di era digital yang serba cepat, iman tidak lagi hanya hadir di ruang-ruang ibadah atau dalam keheningan doa. Nilai-nilai keagamaan kini masuk ke dalam ruang digital dan menjadi bagian dari arus informasi yang membentuk cara berpikir serta cara manusia memandang kehidupan," ujarnya.

Menurutnya, fenomena tersebut membawa perubahan besar dalam praktik kehidupan beragama. Jika dahulu masyarakat harus menghadiri pengajian secara langsung, membaca kitab, atau belajar kepada guru agama secara tatap muka, kini berbagai materi keagamaan dapat diakses hanya melalui sentuhan jari melalui aplikasi, media sosial, maupun platform digital lainnya.

Namun demikian, kemudahan tersebut juga menghadirkan tantangan baru. Tidak semua informasi keagamaan yang beredar di dunia digital dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Karena itu, masyarakat memerlukan panduan agar tidak tersesat dalam memilih sumber informasi dan jalan kehidupan.

"Buku ini saya tulis sebagai panduan atau peta jalan bagi manusia yang hidup di era modern agar tidak kehilangan arah dan tetap berada di jalan yang benar," jelasnya.

Sebagai landasan teologis, Bambang Utomo menukil firman Allah Swt. dalam QS. Al-An'am ayat 153:

"Dan sungguh, inilah jalan-Ku yang lurus. Maka ikutilah! Jangan kamu ikuti jalan-jalan (yang lain) yang akan mencerai-beraikan kamu dari jalan-Nya. Demikianlah Dia memerintahkan kepadamu agar kamu bertakwa."

Menurutnya, ayat tersebut menjadi fondasi utama dalam penyusunan buku yang mengajak masyarakat untuk tetap berpegang teguh pada ajaran Islam yang lurus di tengah beragam pengaruh dan arus informasi digital yang semakin kompleks.

Pada kesempatan tersebut, Bambang Utomo juga menyampaikan rasa syukur atas bertambahnya usia yang ke-56 tahun. Ia mengucapkan terima kasih kepada seluruh tamu undangan yang hadir dan mendoakan dirinya.

"Terima kasih atas doa dan kehadiran semuanya. Semoga dengan bertambahnya usia ini saya dapat terus diberikan kesehatan, keberkahan, serta kesempatan untuk memberikan manfaat yang lebih luas bagi sesama," tuturnya.

Buku Peta Jalan Kehidupan Sosial Beragama Masyarakat Modern di Era Digital sendiri telah memperoleh ISBN 978-634-7661-77-7 pada 23 Mei 2026. Kehadiran buku ini diharapkan dapat menjadi referensi sekaligus panduan bagi masyarakat dalam menjalani kehidupan sosial dan keberagamaan secara bijak di tengah perkembangan teknologi digital yang terus bergerak cepat.