Kegiatan yang berlangsung di halaman madrasah tersebut diikuti dengan antusias oleh seluruh peserta didik. Mereka mendapatkan materi mengenai pencegahan kebakaran, penanganan kebakaran dini, serta langkah-langkah penyelamatan diri saat terjadi keadaan darurat.
Salah satu momen yang menarik perhatian peserta adalah saat Nabila Azahra, siswi MTs Muhammadiyah 2 Kedungadem, mendapat kesempatan untuk mempraktikkan secara langsung cara menangani kebocoran tabung LPG yang menimbulkan api. Di bawah bimbingan petugas Damkar Bojonegoro, Nabila memperagakan langkah-langkah penanganan awal yang aman dan tepat guna mencegah api semakin membesar.
Dengan penuh keberanian dan ketenangan, Nabila mengikuti setiap instruksi petugas saat simulasi berlangsung. Aksi tersebut mendapat apresiasi dari para guru, petugas Damkar, dan teman-temannya yang menyaksikan kegiatan tersebut.
Petugas Damkar Bojonegoro menjelaskan bahwa kebakaran akibat kebocoran LPG merupakan salah satu kejadian yang cukup sering terjadi di lingkungan masyarakat. Oleh karena itu, pengetahuan mengenai penanganan awal sangat penting dimiliki, termasuk oleh para pelajar.
Selain praktik penanganan kebocoran LPG, peserta didik juga mendapatkan pemahaman tentang penggunaan alat pemadam api ringan (APAR), teknik evakuasi saat terjadi kebakaran, serta langkah-langkah pencegahan yang dapat dilakukan di rumah maupun di sekolah.
Ahmad Rofiul Fauzi Waka Kesiswaan MTs Muhammadiyah 2 Kedungadem menyampaikan apresiasi kepada Damkar Bojonegoro atas terselenggaranya kegiatan edukatif tersebut. Menurutnya, pembelajaran mengenai keselamatan dan mitigasi bencana merupakan bekal penting bagi peserta didik dalam kehidupan sehari-hari.
"Kegiatan ini memberikan pengalaman nyata kepada siswa tentang cara menghadapi situasi darurat. Kami berharap ilmu yang diperoleh dapat diterapkan dengan baik dan disebarluaskan kepada keluarga maupun masyarakat," ujarnya.
Melalui kegiatan ini, MTs Muhammadiyah 2 Kedungadem terus berupaya menghadirkan pendidikan yang tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga membentuk peserta didik yang tangguh, sigap, dan memiliki kepedulian terhadap keselamatan diri serta lingkungan sekitar.

