![]() |
| Cakap Literasi Sejak Dini, program pengabdian kepada masyarakat Umsida |
Kedungademmu.id—Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA) kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat budaya literasi melalui program pengabdian kepada masyarakat bertajuk "Cakap Literasi Sejak Dini: Pendampingan pada Rumah Literasi Nasyiatul Aisyiyah Jawa Timur untuk Menggalang Tujuan Pembangunan Berkelanjutan." Program ini merupakan bagian dari Hibah RisetMu Batch IX Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian, dan Pengembangan Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang bertujuan memperkuat kapasitas komunitas literasi berbasis Persyarikatan sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).
Program pengabdian dipimpin oleh Ahmad Nurefendi Fradana bersama tim dosen dan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sidoarjo. Kegiatan ini berkolaborasi dengan Rumah Literasi Nasyiatul Aisyiyah Jawa Timur, sebuah komunitas literasi yang selama ini aktif menghadirkan ruang belajar alternatif bagi anak-anak dan remaja melalui berbagai aktivitas membaca, menulis, dan literasi digital. Kolaborasi tersebut menjadi langkah strategis dalam memperkuat gerakan literasi berbasis masyarakat dengan dukungan pendekatan akademik yang lebih sistematis.
Menurut Ketua Tim Pengabdi, Ahmad Nurefendi Fradana, penguatan literasi sejak dini tidak cukup dilakukan melalui penyediaan buku atau penyelenggaraan kegiatan membaca sesaat. Yang lebih penting adalah membangun sistem pendampingan yang berkelanjutan sehingga komunitas memiliki kapasitas untuk terus mengembangkan budaya literasi secara mandiri.
"Literasi bukan sekadar kemampuan membaca dan menulis, tetapi fondasi bagi lahirnya generasi yang kritis, kreatif, dan siap menghadapi tantangan masa depan. Karena itu, kami berupaya menghadirkan model pendampingan yang dapat terus dijalankan oleh komunitas, bahkan setelah program ini selesai," ujarnya.
Program ini diawali dengan koordinasi bersama pengurus Rumah Literasi Nasyiatul Aisyiyah Jawa Timur untuk memetakan kebutuhan mitra sekaligus menyusun strategi pendampingan yang sesuai dengan kondisi lapangan. Berdasarkan hasil identifikasi tersebut, tim pengabdian mengembangkan modul "Cakap Literasi Sejak Dini" yang mengintegrasikan literasi dasar, literasi kritis, dan literasi digital sebagai pedoman pelaksanaan kegiatan. Modul tersebut kemudian menjadi dasar pelaksanaan pelatihan bagi kader dan relawan yang akan bertindak sebagai fasilitator kelas literasi.
Selain pelatihan fasilitator, program juga menghadirkan kelas literasi bagi anak-anak dan remaja melalui berbagai aktivitas yang dirancang secara partisipatif, seperti membaca bersama, menulis kreatif, diskusi sederhana, hingga pengenalan literasi digital. Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sidoarjo turut dilibatkan sebagai pendamping kegiatan dalam implementasi kebijakan Merdeka Belajar–Kampus Merdeka (MBKM), sehingga pengabdian ini tidak hanya memberikan manfaat kepada masyarakat, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran nyata bagi mahasiswa.
Tidak berhenti pada pelaksanaan kegiatan, tim pengabdian juga menyiapkan sistem dokumentasi dan publikasi praktik baik yang dihasilkan selama proses pendampingan. Dokumentasi tersebut akan diwujudkan dalam bentuk laporan kegiatan, artikel ilmiah, artikel media massa, serta video dokumentasi sehingga pengalaman Rumah Literasi Nasyiatul Aisyiyah Jawa Timur dapat menjadi inspirasi bagi komunitas literasi di berbagai daerah.
Melalui program ini, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo menegaskan bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi dan organisasi masyarakat merupakan salah satu strategi efektif dalam memperkuat ekosistem literasi nasional. Pendampingan berbasis riset yang dilakukan tidak hanya mendukung peningkatan kualitas pendidikan masyarakat, tetapi juga berkontribusi terhadap pencapaian SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), SDG 5 (Kesetaraan Gender) melalui pemberdayaan kader perempuan, serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi lintas lembaga. Dengan semangat tersebut, program Cakap Literasi Sejak Dini diharapkan menjadi model pengembangan literasi berbasis komunitas yang berkelanjutan dan dapat direplikasi di berbagai wilayah Indonesia.
.jpeg)
