Peserta Foto bersama Darul Arqam Nasyiatul Aisyiyah (DANA II) PDNA Kota Malang (Istimewa/kedungademmu.id)
Kedungademmu.idPimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah (PDNA) Kota Malang terus memperkuat kapasitas kader muda melalui kegiatan Darul Arqam Nasyiatul Aisyiyah (DANA II) yang diselenggarakan pada (17–21/6/2026). Kegiatan yang berlangsung secara luring dan daring tersebut dipusatkan di MI Manarul Islam, Sawojajar, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, serta diikuti sekitar 30 peserta dari lima cabang Nasyiatul Aisyiyah se-Kota Malang.

Mengusung tema “Merawat Ideologi, Menggerakkan Perempuan Muda Berkemajuan”, DANA II menjadi wadah pembinaan kader untuk memperkuat ideologi, kepemimpinan, dan kepedulian sosial dalam menjawab berbagai persoalan masyarakat.

Kegiatan dibuka oleh Ketua Majelis Pembinaan Kader (MPK) Kota Malang, Anwar Mansyur, yang menegaskan pentingnya peran kader muda sebagai penggerak Persyarikatan Muhammadiyah dan Aisyiyah di masa depan.

"Saya berharap banyak kepada peserta yang hadir karena melalui tangan kalianlah Aisyiyah dan Muhammadiyah akan terus bergerak dan berkembang," ujarnya.

Sementara itu, perwakilan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Malang, Mujahidin, mengajak peserta untuk memperkuat konsolidasi organisasi serta meningkatkan kepedulian terhadap persoalan sosial di lingkungan sekitar. Ia menekankan pentingnya menghidupkan nilai-nilai teologi Al-Ma'un sebagai landasan gerakan sosial Muhammadiyah.

Berbagai materi strategis diberikan kepada peserta, salah satunya Matan Keyakinan dan Cita-cita Hidup Muhammadiyah (MKCH) yang disampaikan oleh Soleh Subagja. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bahwa MKCH memiliki peran penting sebagai pedoman perjuangan, penjaga kemurnian gerakan, sekaligus arah ideologis bagi kader Muhammadiyah.

Menurutnya, aktivitas organisasi tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial semata, tetapi harus mampu melahirkan dampak nyata bagi masyarakat sebagai bentuk amal saleh dan amal jariah.

Semangat tersebut diperkuat melalui materi "Nasyiatul Aisyiyah sebagai Gerakan Sosial" yang disampaikan Ketua PDNA Kota Malang, Annisa Rosyidah. Ia mendorong para kader untuk menjadi pelopor perubahan sosial melalui berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat dan dakwah yang berkelanjutan.

Dalam pemaparannya, Annisa menghadirkan sejumlah contoh kader Muhammadiyah dan Aisyiyah yang berhasil menjadi penggerak kegiatan sosial di tengah masyarakat, mulai dari pendampingan ekonomi warga, penguatan pendidikan, hingga pengembangan majelis taklim di lingkungan masing-masing.

Selain pembekalan ideologis, peserta juga mengikuti Focus Group Discussion (FGD) untuk mengidentifikasi berbagai persoalan sosial yang berkembang di masyarakat sekaligus merumuskan solusi yang dapat dilakukan oleh kader Nasyiatul Aisyiyah.

Para peserta juga mendapatkan materi fundraising dari Lazismu sebagai bekal dalam mengelola dan mengembangkan program sosial yang berkelanjutan. Pada hari berikutnya, peserta dibekali materi Analisis Sosial dan Strategi Advokasi yang disampaikan oleh Zainal Abidin dan Tinuk Dwi Cahyani guna memperkuat kemampuan kader dalam membaca persoalan sosial serta memperjuangkan kepentingan masyarakat secara tepat.

Melalui DANA II, PDNA Kota Malang berharap lahir kader-kader perempuan muda yang tidak hanya kuat secara ideologis, tetapi juga mampu menjadi pelopor gerakan sosial, pemberdayaan masyarakat, dan dakwah berkemajuan yang memberikan manfaat nyata bagi umat dan bangsa.