Gagasan tersebut disampaikan dalam pemaparan strategi pengembangan organisasi yang digelar di Pacitan, Kamis (18/6/2026). Transformasi organisasi dinilai menjadi kebutuhan mendesak di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan perubahan kebutuhan masyarakat pada era digital.
Ketua Umum PD IPM Kabupaten Pacitan, Eki Marga Rama, menegaskan bahwa organisasi kepemudaan harus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman agar tetap relevan dan memberikan manfaat yang luas.
Menurutnya, ukuran keberhasilan organisasi saat ini tidak lagi ditentukan oleh banyaknya kegiatan yang diselenggarakan atau besarnya acara yang digelar, melainkan sejauh mana program yang dijalankan mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat.
"Organisasi kepemudaan perlu menjadi motor inovasi sosial yang mampu menjawab persoalan riil di lapangan. Keberhasilan tidak lagi diukur dari besarnya acara, melainkan dari manfaat yang dirasakan masyarakat secara langsung," ujarnya.
Eki menjelaskan bahwa perubahan pola pikir merupakan fondasi utama dalam proses transformasi organisasi. Pendekatan berbasis solusi, kemandirian finansial, pemanfaatan data sebagai dasar pengambilan keputusan, serta kolaborasi lintas sektor menjadi faktor penting untuk menciptakan program yang berkelanjutan.
Dalam bidang ekonomi, PD IPM Pacitan mendorong program digitalisasi usaha mikro dan warung lokal melalui pelatihan penggunaan aplikasi kasir, pembayaran digital, hingga pendampingan pemasaran melalui platform daring. Selain itu, pelatihan kreator konten juga dinilai mampu membantu promosi potensi wisata dan produk unggulan daerah.
Sementara itu, pada sektor pendidikan, organisasi kepemudaan didorong untuk menyelenggarakan pelatihan keterampilan digital secara gratis bagi remaja, seperti pengenalan pemrograman komputer, desain grafis, dan pemasaran digital. Penyediaan ruang belajar virtual dengan akses internet dan pendampingan belajar juga menjadi salah satu gagasan yang mendapat perhatian.
Pada bidang sosial dan lingkungan, pemanfaatan teknologi dinilai dapat meningkatkan partisipasi masyarakat dalam berbagai program pemberdayaan. Salah satunya melalui pengembangan platform edukasi pengelolaan sampah berbasis aplikasi maupun layanan pesan instan yang mampu meningkatkan nilai ekonomi limbah sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.
Selain itu, sistem koordinasi tanggap darurat berbasis peta digital juga dinilai dapat mempercepat distribusi bantuan sosial secara lebih transparan, tepat sasaran, dan mudah dipantau oleh masyarakat.
Ketua Bidang Teknologi dan Informasi PD IPM Kabupaten Pacitan, Riska Putri Khoirunisa, menegaskan bahwa transformasi digital tidak hanya berbicara mengenai penggunaan teknologi, tetapi juga peningkatan kualitas sumber daya manusia.
"Digitalisasi bukan sekadar menggunakan aplikasi, tetapi bagaimana teknologi dimanfaatkan untuk memperluas dampak program, mempercepat koordinasi, dan menghasilkan keputusan yang berbasis data," katanya.
Menurut Riska, organisasi dapat memulai proses transformasi dengan memetakan kemampuan digital anggotanya, kemudian mengoptimalkan berbagai platform kolaborasi daring guna meningkatkan efektivitas administrasi dan pelaksanaan program.
Ia juga menyoroti pentingnya pembaruan strategi komunikasi publik melalui pemanfaatan media sosial sebagai sarana edukasi, penyebaran informasi, dan pelibatan masyarakat secara aktif, bukan sekadar media dokumentasi kegiatan.
Dalam aspek pendanaan, PD IPM Pacitan mendorong organisasi kepemudaan untuk mengembangkan sumber pembiayaan yang lebih beragam, mulai dari penggalangan dana publik, kemitraan dengan sektor swasta melalui program tanggung jawab sosial perusahaan, hingga penyelenggaraan pelatihan berbayar yang hasilnya dapat digunakan untuk mendukung kegiatan sosial.
Lebih lanjut, struktur organisasi juga dinilai perlu menyesuaikan perkembangan zaman dengan menghadirkan fungsi-fungsi baru seperti manajer proyek, pengelola pertumbuhan digital, serta petugas riset dan analisis data guna mendukung pengambilan keputusan yang lebih terukur.
Melalui pendekatan tersebut, PD IPM Kabupaten Pacitan berharap organisasi kepemudaan mampu melahirkan berbagai inovasi sosial yang berkelanjutan, meningkatkan keterampilan generasi muda, memperluas peluang ekonomi masyarakat, serta menghadirkan solusi nyata bagi berbagai tantangan di era digital.

