Peserta Sosialisasi SatuMu, Migrasi e-KTAM, dan Pembukaan Rekening Danamon Syariah mengikuti pemaparan materi yang diselenggarakan PDM Bojonegoro di Aula Lantai 2 Kantor PDM Bojonegoro (Istimewa/kedungademmu.id)
Kedungademmu.id Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Bojonegoro terus memperkuat langkah transformasi digital persyarikatan. Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Sosialisasi SatuMu, Migrasi e-KTAM, dan Pembukaan Rekening Danamon Syariah bagi Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) se-Kabupaten Bojonegoro yang digelar di Aula Lantai 2 Kantor PDM Bojonegoro, Minggu (14/6/2026).

Kegiatan ini diikuti oleh unsur pimpinan persyarikatan dari berbagai tingkatan, mulai dari PDM Bojonegoro, ketua majelis dan lembaga, pimpinan organisasi otonom (Ortom), hingga perwakilan PCM yang terdiri atas ketua, sekretaris, agen SatuMu, dan verifikator data.

Program tersebut menjadi bagian dari upaya Muhammadiyah dalam mewujudkan tata kelola organisasi yang modern, profesional, transparan, dan akuntabel melalui pemanfaatan teknologi informasi.

SatuMu atau Satu Data Muhammadiyah merupakan platform digital terpadu yang dikembangkan Muhammadiyah untuk mengintegrasikan data dan layanan persyarikatan dalam satu sistem. Melalui platform ini, berbagai layanan administrasi dan keanggotaan dapat dikelola secara lebih efektif dan efisien.

Dalam ekosistem SatuMu terdapat beberapa layanan utama, yaitu Muhammadiyah ID sebagai identitas digital resmi anggota yang terhubung dengan Nomor Baku Muhammadiyah (NBM), e-KTAM yang terintegrasi melalui aplikasi MASA (Muhammadiyah Aisyiyah Super Apps), Direktori Organisasi Muhammadiyah (DOM) untuk pengelolaan data organisasi dan amal usaha, serta IuranMu sebagai sistem pengelolaan iuran anggota yang transparan dan terintegrasi.

Ketua PDM Bojonegoro, Suwito, dalam sambutannya menegaskan bahwa Muhammadiyah harus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi agar tata kelola organisasi semakin tertib dan berkualitas.

"Digitalisasi menjadi kebutuhan yang tidak dapat dihindari. Muhammadiyah harus terus bergerak mengikuti perkembangan zaman agar pelayanan kepada warga persyarikatan semakin baik dan profesional," ujarnya.

Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Wakil Sekretaris PWM Jawa Timur, Muzakkir. Dalam arahannya, ia mengapresiasi langkah progresif PDM Bojonegoro dalam mengawal transformasi digital Muhammadiyah hingga tingkat cabang dan ranting.

Menurutnya, semangat "menjemput bola" yang ditunjukkan PDM Bojonegoro merupakan bentuk pelayanan yang cepat, adaptif, dan berkemajuan dalam menjawab tantangan zaman.

"Ini adalah langkah strategis untuk memperkuat tata kelola organisasi Muhammadiyah berbasis data. Apa yang dilakukan PDM Bojonegoro patut menjadi contoh dalam percepatan transformasi digital persyarikatan," ungkapnya.

Sosialisasi menghadirkan narasumber dari Tim SatuMu Pimpinan Pusat Muhammadiyah, khususnya dari LABMU (Laboratorium Muhammadiyah) yang menjadi tim pengembang sekaligus pengelola operasional platform tersebut. Para peserta memperoleh pemahaman teknis mengenai migrasi data anggota, aktivasi Muhammadiyah ID, penggunaan aplikasi MASA, hingga strategi penguatan basis data persyarikatan sampai tingkat ranting.

Ketua Panitia, Suwadi Pranoto, menegaskan bahwa PDM Bojonegoro berkomitmen mengawal implementasi SatuMu hingga ke tingkat Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM).

Menurutnya, keberhasilan program tersebut sangat bergantung pada sinergi seluruh agen dan verifikator data yang menjadi ujung tombak pengelolaan data persyarikatan.

"Kami optimistis dengan semangat para mujahid data Muhammadiyah di seluruh PCM dan PRM se-Kabupaten Bojonegoro. Mereka adalah garda terdepan dalam mewujudkan data persyarikatan yang akurat, valid, dan terintegrasi," katanya.

Wakil Ketua PDM Bojonegoro itu juga menjelaskan bahwa panitia telah menyusun tahapan pendampingan dan jadwal implementasi bagi setiap PCM. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan proses migrasi data, aktivasi Muhammadiyah ID, hingga penerapan aplikasi MASA berjalan lancar dan sukses sampai tingkat ranting.

Melalui kegiatan ini, Muhammadiyah Bojonegoro semakin menegaskan komitmennya dalam membangun sistem data persyarikatan yang kuat, terpadu, dan berkelanjutan. Dengan dukungan teknologi digital, diharapkan pelayanan kepada warga Muhammadiyah dapat berlangsung lebih efektif, efisien, dan berkemajuan sesuai semangat Islam Berkemajuan pada abad kedua Muhammadiyah.