![]() |
| Peserta dan tim pengabdian kepada masyarakat berfoto bersama usai pelatihan pelayanan prima (service excellence) frontliner bank syariah di SMK 10 Nopember Sidoarjo (Istimewa/kedungademmu.id) |
Pelatihan dipimpin oleh Diah Krisnaningsih, selaku ketua tim pengabdian bersama Ninda Ardiani, dan Ruli Astuti, Selain diikuti para siswa, kegiatan tersebut juga melibatkan tiga orang pengajar sebagai peserta pendamping.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan pembekalan mengenai konsep dasar pelayanan prima, standar operasional prosedur (SOP) pelayanan jasa, serta tugas dan tanggung jawab frontliner bank syariah yang meliputi customer service, teller, dan petugas keamanan.
Untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran, tim pengabdian memanfaatkan video pembelajaran berbasis role play yang menampilkan berbagai situasi pelayanan nyata di lingkungan perbankan syariah. Metode tersebut memungkinkan peserta memahami materi secara lebih praktis dan aplikatif.
Tidak hanya menerima teori, para siswa juga terlibat langsung dalam berbagai simulasi pelayanan. Mereka berlatih menghadapi nasabah, menangani keluhan, melayani pembukaan rekening, transaksi setoran tunai, transfer antarbank, hingga mempraktikkan teknik penyambutan nasabah sesuai standar pelayanan perbankan syariah.
Selain itu, peserta juga diperkenalkan dengan teknik menghitung uang secara cepat menggunakan metode tiga hingga lima jari yang lazim diterapkan oleh teller bank dalam operasional sehari-hari.
Suasana pelatihan berlangsung interaktif dan penuh antusiasme. Untuk mengukur pemahaman peserta sekaligus meningkatkan partisipasi, tim pengabdian mengadakan kuis berhadiah terkait materi pelayanan prima dan tugas-tugas frontliner bank syariah. Sepuluh siswa yang aktif dan berhasil menjawab pertanyaan dengan baik mendapatkan hadiah berupa tumbler.
Berdasarkan hasil evaluasi, kegiatan tersebut memberikan dampak positif terhadap peningkatan pemahaman dan keterampilan peserta. Tingkat pemahaman siswa dan pengajar mengenai konsep pelayanan prima meningkat dari 15 persen menjadi 80 persen. Sementara itu, pemahaman mengenai tugas, SOP, dan standar layanan frontliner bank syariah meningkat dari 10 persen menjadi 80 persen.
Adapun keterampilan menghitung uang secara cepat juga mengalami peningkatan yang cukup signifikan, dari 5 persen menjadi 50 persen setelah pelatihan berlangsung.
Ketua tim pengabdian, Diah Krisnaningsih, menyampaikan bahwa penggunaan media video dan metode role play terbukti mampu membantu siswa memahami materi secara lebih cepat dan efektif.
“Peserta tidak hanya memahami konsep pelayanan prima secara teoritis, tetapi juga mampu mempraktikkannya sesuai standar yang berlaku di industri perbankan syariah,” ujarnya.
Sebagai tindak lanjut, tim pengabdian bersama pihak sekolah berencana melakukan pendampingan berkelanjutan agar materi yang telah diberikan dapat diterapkan dalam proses pembelajaran maupun praktik di laboratorium perbankan syariah.
Melalui kegiatan ini, diharapkan lulusan SMK 10 Nopember Sidoarjo memiliki kompetensi yang lebih baik, profesional, serta siap bersaing di dunia kerja, khususnya pada sektor jasa keuangan syariah yang terus berkembang pesat di Indonesia.

