Mahasiswa Universitas Airlangga Bersama Anak-Anak Komplek Graha Bunder Asri, Gresik (Istimewa/Kedungademmu.id)

Kedungademmu.id —  Sebagai upaya meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai penggunaan obat yang benar, mahasiswa Program Studi D-III Keperawatan Universitas Airlangga yang tergabung dalam Kelompok 3 Mata Kuliah Farmakologi melaksanakan kegiatan edukasi tentang rasionalisasi penggunaan obat cair pada Jumat, 8 Mei 2026, pukul 16.00 WIB di GBA Kabupaten Gresik. Kegiatan ini diikuti oleh 10 peserta yang terdiri atas anak-anak kompleks dan para orang tua sebagai peserta utama.

Penggunaan obat yang tepat merupakan salah satu faktor penting dalam menjaga kesehatan masyarakat. Namun, masih ditemukan berbagai kesalahan dalam penggunaan obat cair, seperti ketidaksesuaian dosis, cara penyimpanan yang kurang tepat, hingga penggunaan tanpa memperhatikan petunjuk yang tertera pada kemasan. Kondisi tersebut dapat menurunkan efektivitas terapi bahkan meningkatkan risiko terjadinya efek samping yang tidak diinginkan.

Pemilihan sasaran kegiatan didasarkan pada pentingnya pembentukan kebiasaan penggunaan obat yang benar sejak usia dini serta peran orang tua dalam mendampingi anak saat mengonsumsi obat. Oleh karena itu, edukasi kesehatan menjadi langkah yang penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai penggunaan obat yang aman dan rasional.

Materi edukasi yang disampaikan mencakup berbagai jenis sediaan obat cair yang sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari, antara lain sirup, suspensi, larutan, emulsi, eliksir, dan obat tetes. Selain mengenalkan berbagai jenis sediaan obat cair, peserta juga memperoleh pemahaman mengenai fungsi masing-masing sediaan, aturan penggunaan, dosis yang tepat, efek samping yang mungkin muncul, serta cara penyimpanan obat yang benar. Informasi ini penting untuk mencegah kesalahan penggunaan yang dapat berdampak pada kesehatan.

Tidak hanya itu, beberapa jenis sediaan obat cair yang sering menimbulkan kesalahan penggunaan juga mendapat perhatian khusus dalam kegiatan edukasi ini. Salah satu materi yang mendapat perhatian khusus adalah penggunaan sediaan suspensi dan emulsi. Kedua jenis sediaan tersebut perlu dikocok terlebih dahulu sebelum digunakan agar zat aktif tercampur merata dan dosis yang diberikan sesuai dengan kebutuhan terapi. Selain itu, peserta juga diberikan pemahaman mengenai penggunaan obat tetes mata, telinga, dan hidung yang harus dilakukan secara higienis untuk menghindari kontaminasi dan infeksi.

Kegiatan edukasi dilaksanakan melalui metode interaktif yang meliputi penyampaian materi, diskusi, tanya jawab, serta penggunaan media edukasi berupa leaflet dan papan informasi. Selama kegiatan berlangsung, peserta tampak antusias mengikuti setiap sesi yang diberikan, terutama pada saat diskusi mengenai penggunaan obat yang sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari.

Sebelum materi diberikan, peserta mengerjakan pre-test untuk mengetahui tingkat pengetahuan awal mengenai penggunaan obat cair. Setelah kegiatan selesai, peserta kembali mengerjakan post-test guna mengukur peningkatan pemahaman setelah menerima edukasi. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai penggunaan obat cair setelah mengikuti kegiatan edukasi.

Sediaan obat cair memiliki berbagai kelebihan, seperti lebih mudah ditelan oleh anak-anak dan lansia, memiliki absorpsi yang lebih cepat dibandingkan sediaan padat, serta memungkinkan penyesuaian dosis yang lebih fleksibel. Namun, sediaan ini juga memiliki beberapa keterbatasan, antara lain lebih mudah terkontaminasi, memiliki masa simpan yang relatif lebih pendek, dan memerlukan penyimpanan yang sesuai agar kualitas obat tetap terjaga.

Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat semakin memahami penggunaan obat cair yang tepat dan rasional. Pengetahuan mengenai cara memperoleh, menggunakan, menyimpan, dan membuang obat dengan benar dapat membantu mencegah kesalahan penggunaan obat serta meningkatkan keberhasilan terapi. Edukasi kesehatan yang dilakukan secara berkelanjutan juga diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga kesehatan keluarga dan lingkungan sekitar.

Oleh : Amel Fitria, Mahasiswa D-III Keperawatan Universitas Airlangga
Pembimbing : Hafna Ilmy Muhalla