![]() |
| Para kepala SD/MI Muhammadiyah menunjukkan bibit pohon berbuah yang akan ditanam di lingkungan sekolah masing-masing (Istimewa/kedungademmu.id) |
Penyerahan bibit dilakukan oleh pengelola Mangrove Center, H. Ali Mansur, bertepatan dengan kegiatan Rapat Kerja (Raker) FOSKAM Bojonegoro yang digelar di Mangrove Center Jenu, Tuban.
Edukasi Lingkungan Berbasis Praktik Nyata
Pemilihan lokasi kegiatan di Mangrove Center Jenu memberikan pengalaman langsung bagi para kepala sekolah dalam mempelajari konservasi lingkungan, penghijauan, serta pengembangan kawasan berbasis edukasi lingkungan.
Kawasan ini dikenal sebagai pusat pendidikan dan konservasi yang aktif dalam kegiatan pembibitan, penghijauan, serta pemberdayaan masyarakat melalui program ramah lingkungan.
Dorong Sekolah Muhammadiyah Lebih Hijau
Ketua FOSKAM Bojonegoro, Munir, mengapresiasi bantuan bibit pohon berbuah tersebut. Ia menilai program ini tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga memiliki nilai edukatif bagi peserta didik.
“Bibit pohon ini bukan sekadar tanaman, melainkan investasi pendidikan karakter agar siswa memiliki kepedulian terhadap lingkungan sejak dini,” ujarnya.
Munir berharap seluruh SD/MI Muhammadiyah di Bojonegoro dapat menjadi pelopor gerakan penghijauan serta mampu menciptakan lingkungan sekolah yang hijau, asri, dan produktif.
Perkuat Program Pendidikan dan Kolaborasi
Selain agenda penanaman nilai lingkungan, Raker FOSKAM juga menghasilkan berbagai rekomendasi strategis untuk meningkatkan kualitas pendidikan, memperkuat kolaborasi antarsekolah, serta mengembangkan program inovatif yang selaras dengan nilai-nilai Muhammadiyah.
Sinergi antara FOSKAM Bojonegoro dan Go Green Mangrove Center Jenu Tuban diharapkan terus berlanjut melalui gerakan penanaman pohon berbuah di seluruh sekolah Muhammadiyah.
Manfaat Ekologis, Edukatif, dan Ekonomis
Program penanaman pohon berbuah ini tidak hanya memberikan manfaat ekologis dalam menjaga kelestarian lingkungan, tetapi juga memiliki nilai edukatif dan ekonomis bagi warga sekolah dan masyarakat sekitar.
Dengan langkah ini, sekolah Muhammadiyah di Bojonegoro diharapkan mampu menjadi contoh dalam mengintegrasikan pendidikan, lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan.

