![]() |
| Pembukan Musyda Secara Simbolik Oleh Tamu Undangan (Istimewa/Kedungademmu.id) |
Mengusung tema “Ta’awun IPM Bojonegoro; Ing Ngarsa Sung Tulada”, Musyda XXI menegaskan pentingnya semangat ta’awun (tolong-menolong) serta keteladanan pemimpin dalam menggerakkan organisasi dan membangun kader yang berkemajuan.
Pembukaan dihadiri sejumlah unsur pimpinan daerah dan organisasi, di antaranya perwakilan Bupati Bojonegoro, Kapolres, dan Kodim Bojonegoro, Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Bojonegoro, Pimpinan Daerah Aisyiyah Bojonegoro, Majelis Dikdasmen dan MPKSDI, organisasi otonom Muhammadiyah, pimpinan amal usaha Muhammadiyah, organisasi kepemudaan se-Bojonegoro, serta Korps Alumni IMM dan IPM Bojonegoro.
Ketua PD IPM Bojonegoro, Nasarudin Yusma, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh tamu undangan yang hadir. Ia menegaskan bahwa Musyda merupakan forum strategis bagi kader untuk berhimpun, bermusyawarah, sekaligus merumuskan arah gerak organisasi ke depan.
“Musyda menjadi ruang bagi kader untuk melanjutkan tongkat estafet kepemimpinan. Dari sini diharapkan lahir gagasan dan nilai yang membawa kemajuan bagi IPM Bojonegoro,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, Yusma juga memaparkan sejumlah program unggulan PD IPM Bojonegoro selama satu periode kepemimpinan, diantaranya IPM Kids yang menyasar siswa sekolah dasar di 24 titik di Bojonegoro, penguatan gerakan di luar sekolah melalui komunitas dan lembaga, serta kegiatan “Ahad Pagi Literasi Sunrise”.
Sementara itu, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Bojonegoro, Drs. Suwito, M.Si., menekankan pentingnya kaderisasi berjenjang di lingkungan Muhammadiyah. Menurut dia, proses pembinaan dimulai sejak usia dini, dari tingkat taman kanak-kanak hingga sekolah menengah.
Ia menambahkan, selain penguasaan ilmu pengetahuan, kader juga perlu memperkuat pemahaman keagamaan dan pembentukan akhlak. Di tengah perkembangan era digital, pemanfaatan media harus diarahkan untuk hal-hal yang produktif, terutama dalam memperdalam ilmu pengetahuan dan agama.
“Di era digital, pemanfaatan media harus diarahkan untuk hal positif, terutama dalam belajar ilmu pengetahuan dan agama,” katanya.
Perwakilan Bupati Bojonegoro, Dandi Suprayitno, AP., M.Si., menyampaikan bahwa Musyda merupakan forum evaluasi sekaligus penguatan organisasi. Ia menilai Muhammadiyah sebagai organisasi yang memiliki manajemen kuat dan solid.
“Jadikan forum ini sebagai momentum untuk memperkuat kolaborasi, termasuk dengan pemerintah daerah,” ujarnya.
Pembukaan Musyda XXI ditandai dengan pemukulan angklung oleh sejumlah tokoh, di antaranya AKP Fakhur Rahman, Nurul Hakim, Dr. Ibnu Habibi, M.Pd.I., selaku Ketua STIT Muhammadiyah Bojonegoro, jajaran PD IPM Bojonegoro, PDM Bojonegoro, serta Pimpinan Daerah Aisyiyah Bojonegoro.
Musyda XXI PD IPM Bojonegoro dijadwalkan berlangsung hingga 12 Juli 2026 dengan agenda utama pembahasan laporan pertanggungjawaban kepengurusan, penyusunan rekomendasi organisasi, serta pemilihan formatur kepemimpinan baru untuk periode berikutnya.

