Bidang Umum Terpilih PD IPM Bojonegoro Periode 2026-2028 (Istimewa/Kedungademmu.id)

Kedungademmu.id
— Musyawarah Daerah (Musyda) XXI Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PD IPM) Bojonegoro resmi menetapkan kepemimpinan baru untuk periode 2026–2028. Penetapan tersebut menjadi puncak rangkaian Musyda XXI yang diselenggarakan pada Sabtu–Ahad, 11–12 Juli 2026, dengan mengusung tema “Ta'awun IPM Bojonegoro: Ing Ngarsa Sung Tulada.”

Sebelum rapat formatur dilaksanakan, forum Musyda memilih 11 formatur berdasarkan hasil pemungutan suara tertinggi. Adapun formatur terpilih ialah Emil Lailatul A (123 suara), Abdul Rozak Choirudin (116 suara), Muhammad Adam Firmansyah (114 suara), Eva Suci Wulandari (108 suara), Ria Oktaviani (102 suara), Ari Setiawan (100 suara), Anggun Eka Aulia (92 suara), Gita Fatikha N. (92 suara), Nadzifa Ulfia Nurrahma (91 suara), Abas Permadani (77 suara), dan Yasmine Salsabilla Priyatni (57 suara).

Berdasarkan hasil musyawarah dan rapat 11 formatur, Muhammad Adam Firmansyah dipercaya sebagai Ketua PD IPM Bojonegoro periode 2026–2028. Ia akan didampingi Abdul Rozak Choirudin sebagai Sekretaris dan Nadzifa Ulfia Nurrahma sebagai Bendahara.

Terpilihnya kepengurusan baru diharapkan menjadi awal penguatan gerakan IPM Bojonegoro dalam menghadirkan kepemimpinan yang kolaboratif, adaptif, dan mampu menjawab tantangan pelajar di era yang terus berkembang. Semangat ta'awun dan keteladanan yang menjadi tema Musyda diharapkan tidak hanya menjadi slogan, tetapi juga tercermin dalam setiap langkah perjuangan organisasi.

Ketua terpilih, Muhammad Adam Firmansyah, menyampaikan rasa syukur atas amanah yang diberikan oleh seluruh kader IPM Bojonegoro. Ia mengajak seluruh pimpinan cabang, ranting, serta kader untuk terus memperkuat sinergi dalam mewujudkan gerakan pelajar Muhammadiyah yang berdampak.

"Terima kasih atas kepercayaan yang telah diberikan. Amanah ini bukan hanya milik saya, tetapi menjadi tanggung jawab kita bersama. Mari bergandengan tangan bahu membahu menciptakan kepemimpinan berdampak dengan memperluas gerakan, memperkuat perkaderan dan merawat kemitraan." ujarnya.

Dengan berakhirnya Musyda XXI, estafet kepemimpinan resmi berlanjut kepada kepengurusan periode 2026–2028. Besar harapan seluruh keluarga besar IPM Bojonegoro agar kepemimpinan baru mampu melanjutkan berbagai program strategis, memperkuat kaderisasi, serta menghadirkan inovasi gerakan yang relevan dengan kebutuhan pelajar di Bojonegoro.