Suasana prosesi wisuda santri Madrasah Diniyah FKDT Kecamatan Pringkuku Tahun 2026 yang berlangsung khidmat (Istimewa/kedungademmu.id)
Kedungademmu.id Pemerintah Kecamatan Pringkuku, Kabupaten Pacitan, resmi meluncurkan program integrasi Madrasah Diniyah (Madin) dengan Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI), Sabtu (11/7/2026). Program tersebut menjadi langkah strategis dalam menyelaraskan pendidikan formal dan pendidikan keagamaan guna memperkuat karakter peserta didik sejak jenjang dasar.

Peluncuran yang berlangsung di Pendopo Kecamatan Pringkuku itu dirangkaikan dengan Wisuda Santri Madrasah Diniyah Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Kecamatan Pringkuku Tahun 2026. Kegiatan tersebut dihadiri oleh unsur Dinas Pendidikan Kabupaten Pacitan, Kementerian Agama Kabupaten Pacitan, pemerintah kecamatan, kepala sekolah, pengelola Madrasah Diniyah, guru, santri, serta wali santri.

Koordinator Pengawas Kecamatan Pringkuku Dinas Pendidikan Kabupaten Pacitan, Asmuri, memandu prosesi deklarasi peluncuran program integrasi tersebut. Ia menyampaikan bahwa sinergi antara pendidikan formal dan pendidikan diniyah merupakan langkah penting dalam membangun generasi yang seimbang antara kecerdasan intelektual dan karakter.

Integrasi ini diharapkan mampu melahirkan peserta didik yang tidak hanya unggul dalam ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki akhlak mulia, keimanan yang kuat, serta karakter sebagai bekal menghadapi tantangan masa depan,” ujarnya.

Program integrasi tersebut melibatkan 15 Madrasah Diniyah yang dipadukan dengan SD dan MI di sejumlah desa di Kecamatan Pringkuku. Program ini bertujuan memperkuat pendidikan karakter, mengintegrasikan pembelajaran keagamaan dengan pendidikan formal, serta membentuk generasi yang beriman, berilmu, dan berwawasan luas.

Usai peluncuran, kegiatan dilanjutkan dengan prosesi wisuda santri Madrasah Diniyah FKDT Kecamatan Pringkuku Tahun 2026. Pembacaan Surat Keputusan kelulusan dilakukan oleh Hadi Sovi’in, sebagai penanda resmi kelulusan para santri.

Menurut Hadi Sovi’in, wisuda tersebut merupakan bentuk apresiasi atas capaian belajar para santri selama menempuh pendidikan di Madrasah Diniyah.

Wisuda ini bukan akhir dari proses belajar, melainkan awal untuk mengamalkan ilmu agama dalam kehidupan sehari-hari. Kami berharap para santri menjadi generasi yang bermanfaat bagi keluarga, masyarakat, dan bangsa,” tuturnya.

Ketua FKDT Kecamatan Pringkuku, Sunarto, menilai kolaborasi antara Madrasah Diniyah dan sekolah formal merupakan langkah penting dalam meningkatkan mutu pendidikan berbasis karakter.

Kami berharap program ini dapat berjalan secara berkelanjutan dengan dukungan semua pihak. Pendidikan agama dan pendidikan umum harus saling menguatkan agar menghasilkan generasi yang berkarakter dan berdaya saing,” katanya.

Sementara itu, Camat Pringkuku, Widhi Kusumaningtyas, menyampaikan bahwa pemerintah kecamatan menyambut baik implementasi program tersebut. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam pembangunan sumber daya manusia di tingkat daerah.

Pendidikan merupakan investasi jangka panjang. Integrasi Madrasah Diniyah dengan sekolah formal adalah langkah konkret dalam membangun generasi yang cerdas, religius, dan memiliki kepedulian sosial,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kementerian Agama Kabupaten Pacitan, Sumino, memberikan pembinaan kepada para pengelola Madrasah Diniyah dan santri. Ia mengajak seluruh lembaga pendidikan untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman.

Madrasah Diniyah memiliki peran penting dalam membentuk karakter anak. Melalui integrasi ini, diharapkan pendidikan agama dan pendidikan formal dapat berjalan beriringan sehingga melahirkan generasi yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia,” katanya.

Peluncuran program integrasi Madrasah Diniyah dengan SD dan MI di Kecamatan Pringkuku ini diharapkan dapat menjadi model kolaborasi pendidikan yang memperkuat ekosistem pembelajaran berbasis karakter. Selain meningkatkan kualitas akademik, program tersebut juga diarahkan untuk menanamkan nilai moral, spiritual, dan akhlak sejak usia dini.