Program ini diinisiasi oleh Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) PWM Jawa Timur, bekerja sama dengan Majelis Pustaka, Informasi, dan Digitalisasi (MPID). Sebanyak 45 peserta dari berbagai daerah di Jawa Timur mengikuti kegiatan tersebut setelah melalui proses seleksi dari lebih 80 pendaftar.
Kegiatan dimulai sekitar pukul 09.00 WIB dengan sambutan Wakil Kepala SMA Muhammadiyah 2 Surabaya, Mochammad Hendy Bayu Pratama. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut sebagai upaya meningkatkan literasi, khususnya di bidang sejarah dan penulisan.
Ketua MPID PWM Jawa Timur, Ariwibowo, dalam pembukaan acara menekankan pentingnya sejarah dalam kehidupan manusia dan organisasi. Menurutnya, peristiwa besar terbentuk dari rangkaian peristiwa kecil yang perlu dicatat dan diarsipkan.
“Peristiwa besar ditulis dari kumpulan peristiwa kecil. Apa yang terjadi hari ini akan menjadi catatan penting di masa depan, terlebih di era digital saat ini,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua MPKSDI PWM Jawa Timur, Mohammad Rokib, mengapresiasi antusiasme peserta yang mengikuti kegiatan ini. Ia menilai minat terhadap kegiatan sejarah dan keilmuan umumnya masih terbatas, sehingga keikutsertaan puluhan peserta menjadi hal yang patut diapresiasi.
Ia juga menegaskan pentingnya penulisan tokoh Muhammadiyah dari berbagai lapisan, termasuk di tingkat cabang dan ranting, agar menunjukkan bahwa Muhammadiyah merupakan gerakan yang dekat dengan masyarakat.
Dalam sesi materi, peserta mendapatkan pembekalan dari Sulthon Amien, dosen pascasarjana Universitas Muhammadiyah Surabaya, yang menyampaikan materi tentang profil kader dan nilai perjuangan tokoh Muhammadiyah. Ia mencontohkan keteladanan KH Abdurrahim Nur dalam membentuk karakter kader serta mendorong peserta untuk mulai menulis dari pengalaman pribadi.
Kegiatan dilanjutkan dengan kunjungan ke Rumah HOS Cokroaminoto di Kampung Peneleh, Surabaya. Melalui kunjungan ini, peserta diharapkan dapat memahami nilai-nilai kebangsaan yang diwariskan kepada tokoh-tokoh besar seperti Soekarno, Semaun, Kartosoewirjo, dan Musso.
Pada sesi malam, peserta memperoleh materi dari Sarkawi, Guru Besar Fakultas Ilmu Budaya Universitas Airlangga, mengenai metode penelitian sejarah dan pentingnya verifikasi data melalui proses pembuktian berlapis.
Keesokan harinya, peserta kembali mendapatkan pembekalan dari Purnawan Basundoro yang menekankan pentingnya penyusunan kronologi dalam penulisan sejarah guna menghindari kesalahan anakronisme.
Melalui kegiatan ini, PWM Jawa Timur berharap dapat melahirkan penulis-penulis yang mampu mendokumentasikan perjalanan tokoh Muhammadiyah secara sistematis dan berkelanjutan, sehingga nilai-nilai perjuangan tetap terjaga dan dapat diwariskan kepada generasi mendatang.

