![]() |
| Para kepala SD/MI Muhammadiyah se-Kabupaten Bojonegoro berfoto bersama setelah mengikuti Rapat Kerja (Raker) FOSKAM 2026 (Istimewa/kedungademmu.id) |
Pemilihan lokasi di Mangrove Center Tuban dinilai tepat karena menghadirkan suasana yang asri, nyaman, dan mendukung kegiatan pendidikan serta penguatan kepemimpinan. Kawasan ini juga dikenal sebagai pusat edukasi lingkungan dan konservasi mangrove di Kabupaten Tuban.
Tetapkan Kepemimpinan Baru FOSKAM
Salah satu agenda penting dalam raker ini adalah regenerasi kepemimpinan. Melalui musyawarah yang berlangsung demokratis dan penuh kekeluargaan, Munir, terpilih sebagai Ketua FOSKAM Bojonegoro yang baru.
Penetapan kepemimpinan baru ini diharapkan mampu membawa FOSKAM semakin maju, solid, dan inovatif dalam membangun sinergi antar SD/MI Muhammadiyah.
Seluruh peserta juga memberikan apresiasi kepada Ahmad Yani, ketua periode sebelumnya, atas dedikasi dan kontribusinya dalam memperkuat peran FOSKAM sebagai wadah koordinasi dan kolaborasi pendidikan Muhammadiyah di Bojonegoro.
Komitmen Tingkatkan Mutu Pendidikan Muhammadiyah
Ketua terpilih, Munir, menyampaikan komitmennya untuk melanjutkan program-program yang telah berjalan sekaligus menghadirkan inovasi baru guna menjawab tantangan pendidikan.
Ia mengajak seluruh kepala sekolah untuk memperkuat ukhuwah, meningkatkan profesionalisme, serta bersama-sama mewujudkan sekolah dan madrasah Muhammadiyah yang unggul dan berdaya saing.
Tantangan Pendidikan Semakin Kompleks
Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Bojonegoro, Mustadjid, menegaskan pentingnya melahirkan program kerja yang realistis, terukur, dan berdampak nyata.
“Melalui rapat kerja ini, diharapkan lahir program yang mampu menjawab tantangan pendidikan yang semakin kompleks. Kita perlu memperkuat kepemimpinan, meningkatkan kompetensi guru, memanfaatkan teknologi secara bijak, serta memperkuat pendidikan karakter,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga ciri khas pendidikan Muhammadiyah yang berlandaskan nilai-nilai Al-Qur’an dan As-Sunnah.
Perkuat Kolaborasi dan Sinergi Sekolah
Rapat kerja ini menghasilkan sejumlah program prioritas yang akan menjadi pedoman FOSKAM ke depan. Selain itu, forum ini juga memperkuat semangat kolaborasi antar kepala sekolah.
Mustadjid mengajak seluruh anggota menjadikan FOSKAM sebagai ruang kolaborasi, bukan kompetisi, demi menciptakan pendidikan yang berkualitas dan berkemajuan.
“Dengan semangat kebersamaan, SD dan MI Muhammadiyah di Bojonegoro akan semakin unggul dan dipercaya masyarakat,” tuturnya.
Raker FOSKAM Bojonegoro 2026 di Mangrove Center Tuban diharapkan menjadi titik awal lahirnya semangat baru dalam memperkuat kolaborasi antar lembaga pendidikan Muhammadiyah.
Dengan kepemimpinan baru dan program kerja yang terarah, FOSKAM diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan pendidikan sekaligus dakwah Muhammadiyah di Kabupaten Bojonegoro.
.jpg)
