Penyerahan cendera mata dari MIM 14 Megale kepada narasumber Komunitas MAPAK usai kegiatan MATAMUDA (Istimewa/kedungademmu.id)
Kedungademmu.idMadrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah (MIM) 14 Megale terus berupaya menanamkan kepedulian terhadap lingkungan kepada peserta didik sejak dini. Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Masa Ta’aruf Murid Madrasah (MATAMUDA) dengan menghadirkan Komunitas MAPAK (Emak-emak Berdampak), Kamis (16/7/2026).

Kegiatan yang berlangsung di lingkungan madrasah ini diikuti oleh seluruh siswa dengan penuh antusias. Dalam kesempatan tersebut, M. Rondi, hadir sebagai narasumber utama. Ia merupakan perwakilan dari Komunitas MAPAK PCA Sukosewu yang meraih Juara 1 Bojonegoro Innovative Award (BIA) 2025 kategori inovasi masyarakat melalui program pengelolaan sampah berbasis “arisan sampah”.

Mengusung tema Mengubah Sampah Jadi Berkah, M. Rondi menyampaikan pentingnya pengelolaan sampah secara bijak, baik di lingkungan rumah maupun sekolah. Ia menjelaskan bahwa sampah yang selama ini dianggap tidak bernilai dapat diolah menjadi sesuatu yang bermanfaat bahkan bernilai ekonomi.

Dengan kreativitas dan pengelolaan yang tepat, sampah dapat menjadi sumber manfaat dan penghasilan,” ujarnya.

Apresiasi untuk IPM Kids

Dalam kegiatan tersebut, M. Rondi juga memberikan apresiasi kepada IPM Kids (Ikatan Pelajar Muhammadiyah tingkat sekolah dasar) MIM 14 Megale. Ia menilai para siswa telah mampu mengelola pemilahan sampah secara mandiri di lingkungan sekolah.

Gerakan tersebut tidak hanya menciptakan lingkungan yang bersih, tetapi juga memberikan dampak ekonomi berupa pemasukan kas organisasi. Hal ini dinilai sebagai langkah positif dalam menanamkan nilai kemandirian dan tanggung jawab sejak usia dini.

Ini merupakan langkah luar biasa. Kepedulian terhadap lingkungan yang dilakukan secara konsisten dapat memberikan manfaat nyata,” tambahnya.

Komitmen Madrasah terhadap Lingkungan

Kepala MIM 14 Megale, Hawi Susanti Maharani, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen madrasah dalam membangun karakter peduli lingkungan pada siswa.

Kami ingin memberikan pemahaman sekaligus motivasi kepada siswa agar mampu mengelola sampah dengan baik. Harapannya, kegiatan ini dapat menumbuhkan kesadaran bahwa menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab bersama,” ungkapnya.

Melalui kegiatan MATAMUDA, MIM 14 Megale berharap nilai-nilai cinta lingkungan dapat tertanam kuat dalam diri setiap siswa. Dengan demikian, madrasah dapat menjadi pelopor sekolah yang bersih, sehat, serta produktif dalam pengelolaan lingkungan.