![]() |
| Tembus Lebih dari 1 Juta Murid Baru, Bukti Sekolah Muhammadiyah Kian Dipercaya (www.muhammadiyah.or.id) |
Kedungademmu.id—Kepercayaan masyarakat terhadap sekolah dan madrasah Muhammadiyah terus menunjukkan tren yang menggembirakan. Memasuki Tahun Pelajaran 2026/2027, jumlah murid baru di lingkungan pendidikan Muhammadiyah tercatat telah melampaui satu juta siswa. Capaian tersebut menjadi indikator bahwa lembaga pendidikan yang dikelola Persyarikatan Muhammadiyah semakin diminati masyarakat di berbagai daerah di Indonesia.
Ketua Majelis Pendidikan Dasar, Menengah, dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen PNF) Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Didik Suhardi, mengungkapkan bahwa peningkatan murid merupakan buah dari kerja keras seluruh elemen pendidikan Muhammadiyah yang selama ini konsisten meningkatkan mutu layanan pendidikan.
Menurutnya, pertumbuhan jumlah murid tidak hanya terjadi di sekolah-sekolah besar yang telah lama berkembang, tetapi juga terlihat di berbagai daerah yang sebelumnya memiliki jumlah murid relatif sedikit. Kondisi tersebut menunjukkan pemerataan perkembangan pendidikan Muhammadiyah di berbagai wilayah.
"Kepercayaan masyarakat kepada sekolah Muhammadiyah terus meningkat. Hal ini menjadi motivasi bagi seluruh insan pendidikan Muhammadiyah untuk terus menghadirkan layanan pendidikan yang berkualitas," ujarnya dalam laporan menyambut Tahun Pelajaran Baru 2026/2027.
Didik menjelaskan, sejumlah daerah mengalami lonjakan jumlah murid yang cukup signifikan. Ada wilayah yang pada 2023 hanya memiliki sekitar 2.500 murid, kini meningkat menjadi sekitar 6.500. Sementara itu, daerah yang sebelumnya hanya memiliki sekitar 500 murid pada 2024 juga mengalami pertumbuhan hingga mencapai sekitar 626 murid pada 2026.
Perkembangan tersebut, kata Didik, merupakan hasil dari komitmen bersama seluruh pengelola pendidikan Muhammadiyah dalam membangun sekolah yang semakin berkualitas dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan tersebut tidak terlepas dari kontribusi para kepala sekolah, pimpinan Persyarikatan, guru, tenaga kependidikan, serta seluruh pihak yang selama bertahun-tahun berupaya membesarkan amal usaha Muhammadiyah di bidang pendidikan.
Selain itu, Majelis Dikdasmen PNF PP Muhammadiyah juga secara rutin mengirimkan tim pendamping ke berbagai daerah untuk memberikan penguatan terhadap tata kelola sekolah, peningkatan kualitas pembelajaran, hingga pengembangan manajemen kelembagaan.
Menurut Didik, pendampingan tersebut menjadi salah satu strategi penting agar sekolah/madrasah Muhammadiyah mampu berkembang secara merata dan memiliki daya saing yang semakin baik.
"Kalau kita serius, memiliki komitmen, dan mempunyai daya juang untuk membesarkan pendidikan Muhammadiyah, insyaallah berbagai tantangan dapat kita hadapi bersama," katanya.
![]() |
| Ketua Majelis Pendidikan Dasar, Menengah, dan Pendidikan Nonformal Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Didik Suhardi (www.muhammadiyah.or.id) |
Prestasi Akademik Ikut Mengalami Peningkatan
Tidak hanya dari sisi kuantitas peserta didik, Muhammadiyah juga mencatat peningkatan pada aspek mutu pendidikan. Salah satu indikatornya terlihat dari capaian peserta didik dalam ajang Olimpiade Sains Nasional (OSN).
Pada 2026, sebanyak 370 murid Muhammadiyah berhasil lolos seleksi OSN tingkat kabupaten dan berhak melanjutkan kompetisi pada jenjang berikutnya.
Prestasi tersebut dinilai menjadi bukti bahwa kualitas pendidikan Muhammadiyah semakin merata. Jika sebelumnya prestasi akademik banyak didominasi sekolah-sekolah di Pulau Jawa, kini sekolah Muhammadiyah di berbagai daerah juga mulai menunjukkan pencapaian yang membanggakan.
Fenomena ini memperlihatkan bahwa proses peningkatan mutu pendidikan yang dilakukan Muhammadiyah telah memberikan hasil nyata dan mulai dirasakan oleh sekolah/madrasah di berbagai wilayah Indonesia.
Program MIPA Terus Dikembangkan
Sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas lulusan, Muhammadiyah juga terus memperkuat pendidikan di bidang sains melalui Program MIPA.
Hingga 2026, program tersebut telah diterapkan di 102 sekolah/madrasah Muhammadiyah. Program ini diproyeksikan menjadi salah satu unggulan dalam mencetak murid yang memiliki kemampuan akademik tinggi sekaligus mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
Pengembangan Program MIPA tidak hanya berfokus pada penguatan materi pembelajaran, tetapi juga diarahkan untuk membangun budaya riset, berpikir kritis, kreatif, dan inovatif di lingkungan sekolah Muhammadiyah.
Dengan penguatan tersebut, Muhammadiyah berharap semakin banyak murid yang mampu meraih prestasi dalam berbagai kompetisi sains serta melanjutkan pendidikan pada perguruan tinggi terbaik, baik di dalam maupun luar negeri.
Dorong Internasionalisasi Pendidikan
Selain memperkuat sains, Muhammadiyah juga memberikan perhatian besar terhadap penguasaan bahasa asing sebagai bekal menghadapi persaingan global. Sejak 2025, Muhammadiyah mengembangkan Training Center Pusat Bahasa sebagai salah satu langkah memperkuat internasionalisasi pendidikan.
Program tersebut kemudian diperluas pada 2026 melalui penyelenggaraan bimbingan teknis Program MIPA Bilingual. Melalui program ini, sekolah/madrasah Muhammadiyah didorong untuk mengintegrasikan pembelajaran sains dengan kemampuan komunikasi dalam bahasa asing sehingga peserta didik memiliki kompetensi global yang lebih baik.
Didik berharap berbagai program tersebut mampu membuka peluang lebih luas bagi lulusan sekolah Muhammadiyah untuk melanjutkan studi ke berbagai perguruan tinggi terbaik di luar negeri.
"Kami ingin semakin banyak lulusan sekolah Muhammadiyah yang mampu kuliah di luar negeri sekaligus menjadi bagian dari dakwah Muhammadiyah di tingkat global," ujarnya.
Momentum Memperkuat Sekolah Unggul
Meningkatnya jumlah murid, prestasi akademik, pengembangan Program MIPA, hingga internasionalisasi pendidikan menjadi modal penting bagi Muhammadiyah untuk terus meningkatkan kualitas layanan pendidikan.
Muhammadiyah memandang bahwa tantangan pendidikan masa depan tidak hanya berkaitan dengan jumlah peserta didik, tetapi juga kemampuan sekolah dalam menghasilkan lulusan yang memiliki karakter kuat, kompetensi akademik tinggi, kecakapan abad ke-21, serta nilai-nilai keislaman yang kokoh.
Karena itu, Tahun Pelajaran Baru 2026/2027 dipandang sebagai momentum untuk semakin memperkuat komitmen seluruh warga Persyarikatan dalam menghadirkan sekolah dan madrasah Muhammadiyah yang unggul, berkemajuan, adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus tetap berpegang teguh pada nilai-nilai Islam.
Kepercayaan masyarakat yang terus meningkat menjadi amanah besar bagi Muhammadiyah untuk terus berinovasi dalam menghadirkan pendidikan berkualitas. Dengan jaringan pendidikan yang tersebar di seluruh Indonesia, Muhammadiyah optimistis dapat terus berkontribusi dalam mencetak generasi yang berilmu, berakhlak mulia, berkarakter, serta memiliki daya saing di tingkat nasional maupun global.
Peningkatan jumlah murid yang kini telah menembus angka lebih dari satu juta ini mencerminkan semakin kuatnya kepercayaan masyarakat terhadap sistem pendidikan Muhammadiyah yang selama lebih dari satu abad konsisten mengintegrasikan keunggulan akademik, pendidikan karakter, nilai-nilai keislaman, serta semangat kemajuan dalam setiap proses pembelajarannya.


