Perwakilan Malang Raya menerima penghargaan sebagai tim terbaik sekaligus peserta terbaik dalam ajang Sang Maestro yang digelar PWM Jawa Timur (Istimewa/kedungademmu.id)
Kedungademmu.id Perwakilan Malang Raya berhasil menorehkan prestasi gemilang dalam kegiatan “Sang Maestro, Jatim Historical Leadership Program” yang diselenggarakan oleh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur. Dalam ajang yang digelar di SMA Muhammadiyah 2 Surabaya dan berakhir pada Minggu (5/7/2026), tim ini sukses meraih predikat tim terbaik, sekaligus menyabet gelar peserta terbaik.

Kegiatan yang diinisiasi oleh Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) berkolaborasi dengan Majelis Pustaka Informasi dan Digitalisasi (MPID) ini menjadi ajang penguatan kepemimpinan berbasis sejarah tokoh Muhammadiyah di Jawa Timur.

Unggul dari Lima Tim, Malang Raya Tampil Dominan

Pengumuman pemenang dilakukan menjelang penutupan acara. Tim Malang Raya yang terdiri dari peserta dari Kota Malang dan Kabupaten Malang berhasil menyisihkan empat tim lainnya dari berbagai daerah di Jawa Timur.

Adapun anggota tim meliputi:

  • Tibyani
  • Dewi Sartika
  • Harbatul Ahkam Arrozy (Kota Malang)
  • Agung Prabowo
  • Rizka Sri Wulandari
  • Ahmad Walid Mahbbuby (Kabupaten Malang)

Sementara perwakilan dari Kota Batu yang semula terpilih, tidak dapat mengikuti kegiatan. Selain itu, satu peserta dari Kota Malang juga mengundurkan diri karena alasan pribadi.

Tibyani Raih Peserta Terbaik, Bawa Semangat Menulis Sejarah Muhammadiyah

Gelar peserta terbaik diraih oleh Tibyani, peserta asal Kota Malang. Ia mengaku penghargaan tersebut menjadi tanggung jawab moral untuk terus berkarya.

Perasaan saya justru sedih, karena dengan menjadi yang terbaik, saya punya tanggung jawab untuk lebih banyak menulis dan lebih baik lagi,” ujarnya.

Dosen Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya ini mengaku mengikuti program tersebut karena tertarik setelah melihat informasi dari media sosial PWM Jawa Timur. Dalam proses seleksi, ia menulis dua tokoh Muhammadiyah Kota Malang, yakni Samsul Islam dan Julius Setiopranoto, yang dikenal aktif di bidang kesehatan dan sosial.

Minim Dukungan, Tetap Berprestasi

Di balik prestasi yang diraih, terdapat cerita perjuangan yang tidak mudah. Para peserta dari Malang Raya diketahui mengikuti kegiatan ini dengan biaya pribadi.

Agung Prabowo, salah satu peserta, mengungkapkan bahwa pihaknya sempat mengajukan dukungan transportasi kepada PDM Kabupaten Malang, namun hingga hari pelaksanaan belum ada tindak lanjut.

Hal senada disampaikan Rizka Sri Wulandari yang berharap ke depan ada dukungan lebih konkret, baik dalam bentuk pembiayaan maupun penyediaan akses data dan dokumentasi tokoh Muhammadiyah.

Harapan Lahirnya Penulis Sejarah Muhammadiyah

Meski menghadapi keterbatasan, semangat peserta tidak surut. Tibyani berharap kegiatan seperti ini dapat dilaksanakan hingga tingkat daerah (PDM), agar penulisan sejarah tokoh Muhammadiyah terus berkembang.

Menurutnya, dokumentasi sejarah sangat penting agar kiprah tokoh-tokoh Muhammadiyah tidak hilang ditelan zaman.

Keberhasilan Tim Malang Raya menjadi tim terbaik dalam “Sang Maestro PWM Jatim” menunjukkan bahwa kader Muhammadiyah memiliki potensi besar dalam bidang kepemimpinan dan literasi sejarah.

Dengan dukungan yang lebih optimal ke depan, diharapkan akan lahir lebih banyak penulis dan pemimpin muda Muhammadiyah yang mampu menjaga dan menghidupkan warisan perjuangan organisasi.