Kegiatan ini dilaksanakan dengan pendampingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Lilis Setyowati, dan diketuai Habib Alhaq Mujahid. Anggota kelompok berasal dari sejumlah perguruan tinggi Muhammadiyah di berbagai daerah.
Kenalkan Tanaman Bernilai Edukatif
Taman Toga tersebut ditanami beberapa jenis tanaman, di antaranya stevia (Stevia rebaudiana), kumis kucing (Orthosiphon aristatus), dan kelor (Moringa oleifera).
Pemilihan tanaman mempertimbangkan nilai edukasi serta pemanfaatannya dalam kehidupan sehari-hari. Masyarakat diperkenalkan pada berbagai tanaman yang memiliki potensi sebagai bahan pangan maupun tanaman yang dikenal dalam pemanfaatan tradisional.
Dalam penyampaian edukasi, mahasiswa juga menekankan bahwa tanaman herbal tidak dimaksudkan untuk menggantikan pengobatan medis. Pemanfaatannya perlu dilakukan secara bijak dan tetap memperhatikan informasi dari tenaga kesehatan.
Dilengkapi Papan Informasi dan QR Code
Pembangunan taman dilakukan melalui beberapa tahapan, mulai dari pembersihan lokasi, pengolahan lahan, penyediaan bibit, penanaman, hingga penataan taman.
Menariknya, setiap tanaman dilengkapi papan identitas yang memuat nama tanaman dan informasi umum. Mahasiswa juga menambahkan QR Code yang dapat dipindai untuk memperoleh informasi lebih lanjut mengenai tanaman dan perawatannya.
Konsep tersebut membuat Taman Toga tidak hanya menjadi ruang terbuka hijau, tetapi juga sarana pembelajaran yang dapat dimanfaatkan masyarakat secara mandiri.
BUMDes Sambut Positif Program Mahasiswa
Pengelola lahan BUMDes Sitirejo menyambut baik program yang diinisiasi mahasiswa KKN MAs tersebut. Selain memperindah lingkungan, keberadaan taman diharapkan dapat mendukung pemanfaatan lahan secara lebih produktif.
“Kami menyambut baik program Taman Toga yang diinisiasi oleh mahasiswa KKN MAs. Harapannya, taman ini dapat dimanfaatkan warga secara maksimal dan tetap dirawat serta dikembangkan setelah kegiatan KKN selesai,” ujar Mul, pengelola lahan peternakan BUMDes Sitirejo.
Selain Taman Toga, kawasan tersebut juga dikembangkan dengan penanaman berbagai jenis sayuran. Langkah ini diharapkan dapat memperkenalkan pemanfaatan lahan secara sederhana sekaligus mendukung kegiatan produktif masyarakat.
Diharapkan Berkelanjutan
Program Taman Toga Kelompok 46 Nawasena Sitirejo menjadi salah satu bentuk kolaborasi mahasiswa dengan masyarakat dalam memanfaatkan lingkungan sekitar.
Setelah masa KKN berakhir, pengelolaan taman diharapkan dapat dilanjutkan oleh BUMDes dan masyarakat. Dengan perawatan yang berkelanjutan, taman tersebut dapat terus berfungsi sebagai ruang hijau, sarana edukasi, sekaligus tempat mengenal berbagai tanaman yang memiliki manfaat dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui program tersebut, mahasiswa KKN MAs Kelompok 46 berupaya meninggalkan manfaat yang dapat terus dirasakan masyarakat, bukan hanya selama kegiatan KKN berlangsung.

