Kegiatan tersebut menggabungkan kampanye membaca dengan seni pantomim sebagai sarana untuk meningkatkan minat baca, kreativitas, serta keberanian anak-anak dalam berekspresi. Kampanye literasi dilaksanakan bekerja sama dengan Dinas Perpustakaan Daerah Kabupaten Bojonegoro, sedangkan sesi pantomim dipandu oleh praktisi seni, Agung Ridwan.
KKN STIT Muhammadiyah Bojonegoro Dorong Minat Baca Siswa
Kegiatan diawali dengan kampanye literasi yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengenal dan membaca berbagai koleksi buku. Anak-anak tampak antusias memilih buku sesuai dengan minat mereka.
Bagi mahasiswa KKN, kegiatan literasi tidak hanya diarahkan pada aktivitas membaca, tetapi juga untuk memperkenalkan buku sebagai sumber pengetahuan yang menyenangkan bagi anak-anak.
Salah seorang guru MI Darul Huda Gedongarum, Yuda, menyambut baik kegiatan tersebut. Menurutnya, kehadiran kegiatan literasi memberikan pengalaman baru bagi siswa.
“Alhamdulillah, kegiatan membaca ini sangat bermanfaat karena anak-anak dapat membaca dan memilih berbagai buku. Pantomim juga pertama kali diadakan di sini. Kami berharap anak-anak dapat mengikuti kegiatan dengan baik.”.Pungkasnya
Seni Pantomim Jadi Ruang Belajar dan Bereksperimen
Setelah kegiatan literasi, siswa diajak mengenal seni pantomim. Sesi tersebut dipandu Agung Ridwan yang memberikan pengenalan mengenai dasar-dasar pantomim melalui gerakan dan ekspresi tubuh.
Anak-anak tidak hanya menjadi penonton. Mereka juga diberi kesempatan untuk tampil dan mengikuti arahan yang diberikan selama pertunjukan berlangsung.
Agung memperkenalkan beberapa teknik dasar pantomim, termasuk cara berjalan dan penggunaan riasan wajah untuk mendukung penampilan.
“Cukup menggunakan warna khusus ini dan kaki ketika berjalan ala pantomim sedikit berjinjit,” jelasnya.
Metode praktik langsung membuat suasana kegiatan menjadi lebih interaktif. Siswa dapat belajar bahwa pesan tidak selalu disampaikan melalui kata-kata, tetapi juga dapat disampaikan melalui gerak tubuh dan ekspresi.
Antusiasme Siswa Menikmati Beragam Buku
Antusiasme juga terlihat saat siswa menjelajahi koleksi buku yang tersedia. Beragam judul memberikan kesempatan kepada mereka untuk memilih bacaan berdasarkan ketertarikan masing-masing.
Alesha, salah seorang siswa MI Darul Huda Gedongarum, mengaku senang mengikuti kegiatan tersebut.
“Bukunya banyak banget, judulnya juga banyak. Hari ini bisa baca banyak jenis buku,” ungkapnya.
Pengalaman tersebut diharapkan dapat memberikan kesan positif kepada siswa sehingga kegiatan membaca tidak dipandang sebagai aktivitas yang membosankan, tetapi sebagai kegiatan yang menyenangkan dan membuka wawasan.
Literasi dan Seni Saling Melengkapi
Kampanye literasi dan seni pantomim dalam satu kegiatan memberikan pengalaman belajar yang beragam bagi siswa. Membaca membantu anak memperoleh pengetahuan, sedangkan seni memberikan ruang bagi mereka untuk mengembangkan kreativitas dan keberanian.
Kegiatan ini juga menunjukkan bahwa pembelajaran dapat dikemas melalui pendekatan yang dekat dengan dunia anak. Dengan suasana yang interaktif, siswa memiliki kesempatan untuk belajar sekaligus berpartisipasi secara langsung.
Mahasiswa KKN STIT Muhammadiyah Bojonegoro berharap kegiatan tersebut dapat menjadi salah satu langkah untuk menumbuhkan kebiasaan membaca, kreativitas, dan keberanian berekspresi di kalangan siswa.
Kampanye Literasi dan Seni Pantomim di MI Darul Huda Gedongarum menjadi bagian dari program kerja KKN STIT Muhammadiyah Bojonegoro yang menggabungkan pendidikan, seni, dan kreativitas. Kolaborasi dengan Dinas Perpustakaan Daerah Kabupaten Bojonegoro serta keterlibatan praktisi seni memberikan pengalaman belajar yang lebih beragam bagi siswa.
Melalui kegiatan semacam ini, budaya literasi diharapkan dapat tumbuh secara bertahap, sementara seni menjadi ruang bagi anak-anak untuk berani berekspresi, berkreasi, dan mengembangkan potensi mereka.

