Foto bersama mahasiswa KKN STIT Muhammadiyah Bojonegoro, narasumber, pemerintah desa, dan peserta penyuluhan pakan serta kesehatan ayam Gayatri di Balai Desa Gedongarum, Kecamatan Kanor (Istimewa/kedungademmu.id)
Kedungademmu.id Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) STIT Muhammadiyah Bojonegoro menggelar penyuluhan mengenai pakan dan kondisi kesehatan ayam Gayatri di Balai Desa Gedongarum, Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro, Selasa (28/07/2026). Kegiatan yang berlangsung pukul 09.00–14.30 WIB tersebut diikuti 16 penerima ayam Gayatri dan 10 calon penerima.

Penyuluhan ini digelar untuk meningkatkan pemahaman warga dalam memelihara ayam Gayatri, terutama terkait pakan, kondisi kandang, dan kesehatan ternak. Kegiatan juga menjadi ruang bagi warga untuk membahas berbagai kendala yang dihadapi dalam beternak, termasuk tingginya biaya pakan dan menurunnya harga jual telur.

Kepala Desa Dorong Warga Serius Mengikuti Penyuluhan

Kepala Desa Gedongarum, Purwanto, menyambut baik kegiatan yang dilaksanakan mahasiswa KKN STIT Muhammadiyah Bojonegoro tersebut.

Ia mengingatkan warga agar mengikuti penyuluhan dengan baik karena materi yang diberikan berkaitan langsung dengan pengelolaan ternak.

Ibu-ibu, Bapak-bapak yang mengikuti acara siang ini, mohon diperhatikan dan diikuti dengan saksama karena kegiatan ini sangat bermanfaat bagi panjenengan selaku penerima ayam Gayatri,” pesannya.

Menurutnya, pengetahuan mengenai pemeliharaan ayam menjadi salah satu bekal penting agar program pemberdayaan masyarakat melalui peternakan dapat berjalan dengan baik.

Pakan, Kandang, dan Kesehatan Jadi Perhatian Utama

Penyuluhan menghadirkan dua narasumber, yakni Agus Riza,  serta Narto, seorang peternak yang telah menggeluti usaha ternak ayam selama sekitar 10 tahun.

Drh. Riza menjelaskan bahwa keberhasilan pemeliharaan ayam tidak hanya bergantung pada satu faktor. Menurutnya, terdapat tiga unsur utama yang perlu diperhatikan peternak.

"Ayam yang unggul terdiri atas tiga unsur, yakni pakan, kandang, dan kesehatan ayam,”Paparnya.

Ketiga aspek tersebut saling berkaitan. Pemberian pakan yang sesuai perlu diimbangi dengan kondisi kandang yang baik serta perhatian terhadap kesehatan ayam agar pertumbuhan dan produktivitas ternak dapat terjaga.

Warga Belajar Membuat Pakan Secara Mandiri

Selain mendapatkan materi mengenai kesehatan dan pemeliharaan ayam, peserta juga diajak mengenal pembuatan pakan secara mandiri.

Langkah tersebut menjadi salah satu alternatif untuk membantu peternak menghadapi persoalan biaya pakan yang cukup tinggi. Warga mendapatkan penjelasan mengenai takaran dan proses pembuatan pakan berdasarkan arahan narasumber.

Dalam kegiatan tersebut, setiap warga juga menerima sekitar 1 kilogram pakan mandiri yang telah dibuat berdasarkan panduan yang diberikan.

Pengalaman Peternak Jadi Pembelajaran

Narto turut membagikan pengalaman selama menjalankan usaha peternakan. Ia menekankan bahwa menjadi peternak membutuhkan proses belajar yang panjang dan evaluasi secara berkelanjutan.

Beternak itu bukan cuma satu atau dua tahun untuk menjadi peternak berpengalaman, tetapi bertahun-tahun agar selalu mendapat evaluasi dan ilmu baru untuk beternak,” tuturnya.

Pengalaman tersebut diharapkan dapat menjadi motivasi bagi warga untuk tidak berhenti belajar dalam mengembangkan usaha peternakan.

Bahas Kendala yang Dihadapi Peternak

Dalam penyuluhan, warga juga diberi kesempatan menyampaikan kondisi serta permasalahan yang mereka alami selama memelihara ayam Gayatri.

Beberapa persoalan yang menjadi perhatian antara lain:

  • biaya pakan yang relatif tinggi;
  • harga jual telur yang mengalami penurunan;
  • kebutuhan menjaga kesehatan ayam;
  • pengelolaan kandang agar tetap mendukung kondisi ternak.

Melalui diskusi tersebut, warga tidak hanya mendapatkan materi secara teori, tetapi juga dapat menyampaikan pengalaman dan mencari alternatif penyelesaian bersama narasumber.

Dorong Peternak Lebih Mandiri

Kegiatan penyuluhan pakan dan kesehatan ayam Gayatri menjadi salah satu program kerja mingguan KKN STIT Muhammadiyah Bojonegoro dalam mendukung pemberdayaan masyarakat Desa Gedongarum.

Mahasiswa KKN berharap pengetahuan yang diperoleh warga dapat diterapkan dalam kegiatan beternak sehari-hari. Pemahaman mengenai pakan, kandang, dan kesehatan juga diharapkan membantu masyarakat mengelola ternak secara lebih mandiri dan berkelanjutan.

Pada akhirnya, penyuluhan ini tidak hanya menjadi kegiatan berbagi pengetahuan, tetapi juga menjadi ruang belajar bersama antara mahasiswa, narasumber, pemerintah desa, dan masyarakat untuk meningkatkan pengelolaan ayam Gayatri di Desa Gedongarum.