Penebaran benih ikan tersebut tidak hanya diarahkan untuk mendukung potensi perikanan, tetapi juga menjadi sarana edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga kebersihan dan keberlanjutan ekosistem perairan.
Sinergi KKN dengan Pemerintah dan Masyarakat
Koordinator KKN-01 STIT Muhammadiyah Bojonegoro, Adi, mengatakan kegiatan penebaran benih ikan merupakan salah satu program kerja mahasiswa selama menjalankan pengabdian di Desa Pilang.
Menurutnya, keberadaan embung menjadi salah satu pertimbangan dalam pelaksanaan program tersebut. Mahasiswa berharap kegiatan yang dilakukan dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan meskipun masa KKN telah berakhir.
“Penebaran benih ikan ini merupakan bagian dari program kerja KKN kami. Kami ingin kegiatan yang dilaksanakan tidak hanya selesai selama masa KKN, tetapi dapat memberikan manfaat yang bisa dirasakan masyarakat dalam jangka panjang,” katanya.
Ia menambahkan, mahasiswa juga ingin mendorong keterlibatan masyarakat, khususnya generasi muda, untuk ikut menjaga keberadaan embung dan lingkungan perairan di Desa Pilang.
Pemerintah Desa Berikan Apresiasi
Kepala Desa Pilang, Noto, mengapresiasi sinergi antara mahasiswa KKN, Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Bojonegoro, serta pemerintah desa.
Menurutnya, kegiatan tersebut menunjukkan bahwa pengembangan potensi desa membutuhkan kerja sama berbagai pihak.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada mahasiswa KKN STIT Muhammadiyah Bojonegoro, Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Bojonegoro, serta semua pihak yang telah mendukung kegiatan ini. Mudah-mudahan benih yang ditebar dapat berkembang dengan baik dan nantinya memberi manfaat bagi masyarakat Desa Pilang,” ujarnya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga embung, termasuk mempertahankan kebersihan kawasan perairan dan menghindari aktivitas yang dapat mengganggu pertumbuhan ikan.
Tidak Sekadar Menebar Benih
Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN, M. Rondi, menilai kegiatan tersebut memiliki nilai ekologis dan edukatif. Menurutnya, program pengabdian mahasiswa perlu disesuaikan dengan potensi serta kebutuhan masyarakat setempat.
“Secara ekologis, perairan desa merupakan bagian dari ekosistem yang perlu dikelola secara berkelanjutan. Penebaran benih ikan dapat menjadi salah satu langkah untuk mengoptimalkan fungsi perairan, tetapi keberhasilannya tetap membutuhkan pemeliharaan kualitas air, keseimbangan ekosistem, dan partisipasi masyarakat dalam menjaga habitatnya,” jelasnya.
Ia menekankan bahwa keberlanjutan menjadi bagian penting dari program KKN. Mahasiswa tidak hanya menjalankan kegiatan, tetapi juga perlu membangun kesadaran masyarakat agar program dapat dirawat dan dikembangkan setelah mahasiswa kembali ke kampus.
“Esensi KKN adalah menghadirkan proses pemberdayaan. Karena itu, kegiatan seperti ini diharapkan menumbuhkan rasa memiliki sehingga masyarakat terdorong untuk menjaga dan mengembangkan potensi yang sudah ada di desanya,” tambahnya.
Dorong Pemanfaatan Potensi Embung Desa
Penebaran 10 ribu benih ikan menjadi salah satu bentuk kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, pemerintah desa, dan masyarakat.
Keberadaan embung diharapkan dapat terus dijaga sebagai bagian dari lingkungan desa sekaligus dimanfaatkan secara bijak sesuai dengan kondisi dan potensi setempat.
Melalui program tersebut, mahasiswa KKN STIT Muhammadiyah Bojonegoro berharap masyarakat semakin memiliki kepedulian terhadap lingkungan perairan. Pengelolaan yang dilakukan secara bersama-sama diharapkan dapat memberikan manfaat ekologis sekaligus membuka peluang pengembangan potensi perikanan masyarakat.
Penebaran 10 ribu benih ikan di Embung Desa Pilang menunjukkan bahwa program KKN dapat diarahkan pada kegiatan yang menggabungkan aspek lingkungan, edukasi, dan pemberdayaan masyarakat. Keberlanjutan program tetap membutuhkan peran aktif masyarakat dalam menjaga kualitas perairan dan lingkungan sekitar.
Dengan sinergi antara KKN STIT Muhammadiyah Bojonegoro, pemerintah daerah, pemerintah desa, dan masyarakat, Embung Desa Pilang diharapkan dapat terus terjaga dan memberikan manfaat bagi masyarakat secara berkelanjutan.

