Pelatihan tersebut menjadi bagian dari program KKN yang diarahkan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan praktis kepada masyarakat. Peserta tidak hanya mendapatkan materi, tetapi juga mengikuti praktik pembuatan pupuk cair organik secara langsung.
Kenalkan Pertanian yang Lebih Ramah Lingkungan
Kegiatan diawali dengan penyampaian materi oleh Abdul Qodir dari MPM Bojonegoro. Dalam pemaparannya, ia memperkenalkan semangat “Bertani Bahagia, Petani Sejahtera” sebagai dorongan agar aktivitas pertanian dapat berjalan produktif sekaligus mendukung kesejahteraan petani.
Menurutnya, petani perlu memiliki alternatif dalam memenuhi kebutuhan pertanian. Pemanfaatan bahan organik yang tersedia di sekitar lingkungan dapat menjadi salah satu pilihan untuk mendukung perawatan tanaman sekaligus mengoptimalkan sumber daya yang ada.
Selain aspek ekonomi, penggunaan bahan organik juga dikaitkan dengan upaya menjaga lingkungan dan kondisi tanah. Masyarakat didorong untuk lebih bijak dalam memanfaatkan sumber daya yang tersedia di lingkungan sekitar.
Pentingnya Menjaga Kesehatan Tanah
Ansar, menekankan pentingnya menjaga kesehatan tanah sebagai salah satu faktor pendukung pertumbuhan tanaman.
“Tanah itu harus dijaga kesehatannya karena tanaman yang tumbuh juga bergantung pada kondisi tanah. Kalau tanahnya tidak baik, tanaman juga akan sulit berkembang secara maksimal,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab bersama. Pemanfaatan sumber daya alam perlu dilakukan secara bijak dengan tetap memperhatikan kelestarian lingkungan.
Peserta Ikuti Praktik Pembuatan Pupuk
Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan penjelasan dan praktik pembuatan pupuk cair organik yang dipandu oleh Abdul Rokim.
Peserta diperkenalkan pada tahapan pengolahan bahan organik, mulai dari pemilihan bahan hingga proses pembuatan dan cara penggunaannya pada tanaman.
Praktik langsung membuat peserta dapat melihat proses pengolahan secara lebih konkret. Antusiasme masyarakat terlihat selama kegiatan berlangsung karena pengetahuan yang diberikan dapat diterapkan dalam aktivitas pertanian sehari-hari.
Dorong Pemanfaatan Bahan Organik
Pelatihan ini juga memperkenalkan pemanfaatan bahan-bahan organik yang sebelumnya berpotensi menjadi limbah agar dapat digunakan kembali.
Melalui pengelolaan yang tepat, bahan tersebut dapat memiliki nilai guna bagi kebutuhan pertanian. Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari edukasi mengenai pentingnya mengurangi limbah dan menjaga lingkungan.
Mahasiswa KKN STIT Muhammadiyah Bojonegoro berharap pengetahuan yang diperoleh masyarakat tidak berhenti setelah pelatihan selesai. Warga diharapkan dapat mencoba dan mengembangkan pembuatan pupuk cair organik sesuai kebutuhan di lingkungan masing-masing.
Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa KKN STIT Muhammadiyah Bojonegoro dalam berbagi pengetahuan yang aplikatif kepada masyarakat. Dengan pemanfaatan bahan organik secara bijak, masyarakat Desa Prigi diharapkan dapat terus mengembangkan praktik pertanian yang lebih ekonomis dan ramah lingkungan.

