Pelatihan ini dilatarbelakangi oleh melimpahnya limbah sekam padi di Desa Prigi yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal. Mahasiswa KKN menghadirkan solusi sederhana dengan mengolah sekam padi menjadi arang briket yang dapat digunakan sebagai bahan bakar alternatif.
Upaya tersebut diharapkan mampu mengurangi limbah sekaligus memberikan nilai tambah bagi masyarakat, khususnya yang berprofesi sebagai petani.
Metode Pelatihan dan Pelaksanaan
Kegiatan pelatihan dilaksanakan dengan mengombinasikan penyampaian materi dan praktik langsung. Peserta tidak hanya mendapatkan pemahaman teoritis, tetapi juga terlibat dalam proses pembuatan arang briket.
Pendekatan ini dinilai efektif karena peserta dapat langsung mencoba tahapan pengolahan, mulai dari pembakaran sekam hingga proses pembentukan briket.
Respons dan Antusiasme Peserta
Kegiatan ini mendapat respons positif dari masyarakat. Salah satu peserta, Ratmi, mengaku memperoleh wawasan baru dari pelatihan tersebut.
“Saya jadi tahu kalau sekam padi bisa dimanfaatkan menjadi arang. Cara pembuatannya juga cukup mudah, jadi bisa dicoba sendiri di rumah,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa hasil pelatihan dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari dan memiliki potensi untuk digunakan dalam berbagai keperluan.
Harapan dan Dampak Kegiatan
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN STIT Muhammadiyah Bojonegoro berharap masyarakat semakin memahami pentingnya pengelolaan limbah pertanian serta pemanfaatan energi alternatif yang ramah lingkungan.
Selain itu, pelatihan ini juga diharapkan dapat mendorong kreativitas warga dan membuka peluang usaha baru yang berpotensi meningkatkan perekonomian masyarakat setempat.
Kegiatan pelatihan pengolahan sekam padi menjadi arang briket di Desa Prigi menjadi salah satu bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat. Program ini tidak hanya memberikan solusi praktis dalam pengelolaan limbah, tetapi juga berpotensi mendukung kemandirian ekonomi warga melalui pemanfaatan sumber daya lokal secara berkelanjutan.

