Mahasiswa KKN STIT Muhammadiyah Bojonegoro bersama warga Desa Prigi saat praktik pengolahan sekam padi menjadi arang briket dalam kegiatan pelatihan pemanfaatan limbah pertanian (Istimewa/kedungademmu.id)
Kedungademmu.id— Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) STIT Muhammadiyah Bojonegoro menggelar pelatihan pengolahan limbah sekam padi menjadi arang briket di Desa Prigi, Kanor (9/8/2026). Kegiatan yang diikuti 30 peserta ini bertujuan memanfaatkan limbah pertanian menjadi produk bernilai guna dan ekonomis, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan limbah dan energi alternatif melalui metode penyampaian materi dan praktik langsung.

Pemanfaatan Limbah Sekam Padi

Pelatihan ini dilatarbelakangi oleh melimpahnya limbah sekam padi di Desa Prigi yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal. Mahasiswa KKN menghadirkan solusi sederhana dengan mengolah sekam padi menjadi arang briket yang dapat digunakan sebagai bahan bakar alternatif.

Upaya tersebut diharapkan mampu mengurangi limbah sekaligus memberikan nilai tambah bagi masyarakat, khususnya yang berprofesi sebagai petani.

Metode Pelatihan dan Pelaksanaan

Kegiatan pelatihan dilaksanakan dengan mengombinasikan penyampaian materi dan praktik langsung. Peserta tidak hanya mendapatkan pemahaman teoritis, tetapi juga terlibat dalam proses pembuatan arang briket.

Pendekatan ini dinilai efektif karena peserta dapat langsung mencoba tahapan pengolahan, mulai dari pembakaran sekam hingga proses pembentukan briket.

Respons dan Antusiasme Peserta

Kegiatan ini mendapat respons positif dari masyarakat. Salah satu peserta, Ratmi, mengaku memperoleh wawasan baru dari pelatihan tersebut. 

Saya jadi tahu kalau sekam padi bisa dimanfaatkan menjadi arang. Cara pembuatannya juga cukup mudah, jadi bisa dicoba sendiri di rumah,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa hasil pelatihan dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari dan memiliki potensi untuk digunakan dalam berbagai keperluan.

Harapan dan Dampak Kegiatan

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN STIT Muhammadiyah Bojonegoro berharap masyarakat semakin memahami pentingnya pengelolaan limbah pertanian serta pemanfaatan energi alternatif yang ramah lingkungan.

Selain itu, pelatihan ini juga diharapkan dapat mendorong kreativitas warga dan membuka peluang usaha baru yang berpotensi meningkatkan perekonomian masyarakat setempat.

Kegiatan pelatihan pengolahan sekam padi menjadi arang briket di Desa Prigi menjadi salah satu bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat. Program ini tidak hanya memberikan solusi praktis dalam pengelolaan limbah, tetapi juga berpotensi mendukung kemandirian ekonomi warga melalui pemanfaatan sumber daya lokal secara berkelanjutan.