Bangunan ambruk pascagempa di Flores, Nusa Tenggara Timur (www.kompas.com)
Kedungademmu.id Pimpinan Pusat Muhammadiyah mengajak seluruh warga dan unsur Persyarikatan Muhammadiyah untuk turut membantu masyarakat terdampak gempa bumi di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), melalui gerakan infak Salat Jumat pada Jumat, (21/8/2026).

Ajakan tersebut disampaikan melalui Edaran Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor 18/EDR/I.0/H/2026 tentang Penghimpunan Infak Salat Jumat untuk Bantuan Kemanusiaan Korban Bencana Gempa Bumi di Flores, Nusa Tenggara Timur. Edaran ditetapkan di Yogyakarta pada 20 Agustus 2026.

Infak Jumat untuk Kemanusiaan

Melalui edaran tersebut, Muhammadiyah menyampaikan kepedulian dan duka atas musibah yang menimpa masyarakat Flores. Warga Persyarikatan di berbagai daerah diajak mengambil bagian dalam membantu masyarakat yang terdampak bencana.

Penghimpunan infak dilaksanakan melalui Salat Jumat pada 21 Agustus 2026. Imbauan tersebut ditujukan kepada pimpinan Muhammadiyah di berbagai tingkatan, Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), serta takmir masjid di lingkungan Persyarikatan.

Gerakan ini diharapkan menjadi bentuk solidaritas kemanusiaan sekaligus upaya bersama untuk membantu meringankan beban masyarakat yang terdampak bencana.

Pengelolaan Bantuan Terkoordinasi

Dalam edaran tersebut, Muhammadiyah juga menekankan pentingnya pengelolaan dana secara terkoordinasi. Penghimpunan dan penyaluran bantuan dilakukan melalui Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah (LAZIS) serta Lembaga Resiliensi Bencana (LRB) pada masing-masing tingkatan.

Koordinasi diperlukan agar dana yang terkumpul dapat dikelola secara tertib, transparan, dan tepat sasaran. Proses tersebut juga menjadi bagian dari upaya Muhammadiyah dalam memperkuat respons kemanusiaan terhadap bencana.

Selain itu, setiap unsur yang melaksanakan penghimpunan infak diminta membuat laporan dan menyampaikannya kepada pimpinan Muhammadiyah pada tingkat di atasnya.

Memperkuat Solidaritas Warga Muhammadiyah

Gerakan infak Jumat tersebut menjadi salah satu bentuk kepedulian Muhammadiyah terhadap masyarakat yang sedang menghadapi dampak bencana. Melalui keterlibatan masjid, AUM, pimpinan Persyarikatan, serta warga Muhammadiyah, bantuan diharapkan dapat dihimpun secara bersama-sama.

Muhammadiyah berharap gerakan tersebut dapat membantu memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak sekaligus memperkuat solidaritas kemanusiaan.

Infak yang terkumpul nantinya diharapkan dapat memberikan dukungan bagi masyarakat Flores dalam menghadapi masa pemulihan setelah bencana.