![]() |
| PCM Kedungadem berfoto bersama setelah acara pelantikan dua pimpinan klinik Muhammadiyah di Kedungadem (Istimewa/kedungademmu.id) |
Dua pimpinan yang dilantik yakni Dokter Afif Irkhamil Sativa sebagai pimpinan Klinik Rawat Inap Utama Muhammadiyah Kedungadem dan Dokter Dzul Fikri Aulia Akbar sebagai pimpinan Klinik Rawat Jalan Pratama 2 Kedungadem.
Kegiatan pelantikan dihadiri Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Bojonegoro H. Suwito, Majelis Pembina Kesehatan Umum (MPKU), PCM Kedungadem, Pimpinan Ranting Muhammadiyah, Pimpinan Cabang 'Aisyiyah, manajemen klinik, serta pimpinan amal usaha Muhammadiyah. Turut hadir anggota DPRD Kabupaten Bojonegoro dari Fraksi PAN, Moch. Choirul Anam
Pesan tentang Amanah Kepemimpinan
Dalam sambutannya, Ketua PDM Bojonegoro H. Suwito, menekankan pentingnya menjaga amanah dalam menjalankan tanggung jawab kepemimpinan.
Sementara itu, jajaran MPKU juga menyoroti pentingnya komitmen pimpinan dalam menjaga keberlangsungan lembaga yang dipimpinnya. Kepemimpinan tidak hanya berkaitan dengan jabatan, tetapi juga tanggung jawab untuk memastikan lembaga dapat berjalan dan berkembang secara berkelanjutan.
Ketua PCM Kedungadem Bahas Prophetic Leadership
Ketua PCM Kedungadem, H. Bambang Utomo, dalam kesempatan tersebut menyampaikan materi mengenai prophetic leadership atau kepemimpinan profetik yang merujuk pada keteladanan kepemimpinan Rasulullah SAW.
Menurut Bambang, kepemimpinan profetik perlu ditopang oleh tiga unsur kecerdasan, yaitu kecerdasan intelektual, kecerdasan spiritual, dan kecerdasan sosial.
Ketiga unsur tersebut kemudian tercermin dalam empat karakter utama kepemimpinan Rasulullah SAW, yaitu:
- Siddiq, yaitu menjunjung kejujuran dan integritas.
- Amanah, yaitu memiliki tanggung jawab dan kredibilitas.
- Fathanah, yaitu memiliki kecerdasan dan kebijaksanaan.
- Tablig, yaitu mampu berkomunikasi secara efektif dan transparan.
Bambang menekankan bahwa karakter tersebut penting menjadi landasan dalam menjalankan kepemimpinan, termasuk dalam mengelola amal usaha Muhammadiyah.
Pesan Silaturahmi dan Komunikasi
Dalam kesempatan yang sama, Bambang juga menyampaikan pesan kepada M. Choirul Anam selaku anggota legislatif mengenai pentingnya menjaga komunikasi dan hubungan dengan masyarakat.
Ia menyampaikan konsep tiga pola yang dirangkai dalam istilah DPR, yakni Dayoh atau bertamu dan bersilaturahmi, Panggih atau bertemu secara langsung, serta Rembukan atau berdiskusi.
Menurutnya, ketiga pola tersebut dapat menjadi bagian dari upaya menjaga hubungan dan komunikasi dengan masyarakat.
Bambang Utomo kemudian mengaitkannya dengan istilah “Dados Malih”, yang bermakna dapat kembali memperoleh kepercayaan. Pesan tersebut disampaikan dalam suasana penuh keakraban sebagai bagian dari refleksi mengenai pentingnya silaturahmi, pertemuan langsung, dan komunikasi dalam kehidupan bermasyarakat.
Perkuat Tata Kelola Amal Usaha
Pelantikan dua pimpinan klinik tersebut diharapkan dapat memperkuat pengelolaan amal usaha Muhammadiyah di bidang kesehatan di Kecamatan Kedungadem.
Kepemimpinan yang berlandaskan integritas, tanggung jawab, kecerdasan, serta komunikasi diharapkan mampu mendukung keberlangsungan pelayanan dan pengembangan lembaga.
Acara kemudian ditutup dengan ramah tamah di ruang kantor PCM Kedungadem. Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi dan membangun sinergi antara pimpinan Muhammadiyah, pengelola klinik, amal usaha, serta berbagai unsur yang hadir.

