Peserta Akademi Sejarah Muhammadiyah (ASM) Batch 2 mengikuti kunjungan edukatif dan mempelajari pengelolaan arsip serta kepustakaan di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (DPAD) dan Perpustakaan YAMAS Surabaya (Istimewa/kedungademmu.id)
Kedungademmu.idSebanyak 40 peserta Akademi Sejarah Muhammadiyah (ASM) Batch 2 yang diselenggarakan oleh Majelis Pustaka dan Informasi Pimpinan Pusat Muhammadiyah (MPI PP Muhammadiyah) melakukan kunjungan edukatif ke Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (DPAD) serta Perpustakaan Yayasan Medayu Agung Surabaya (YAMAS), Senin (08/10/2026).

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari proses pembelajaran peserta ASM untuk memahami pengelolaan arsip dan kepustakaan secara langsung. Peserta tidak hanya mendapatkan penjelasan mengenai sistem penyimpanan dokumen, tetapi juga melihat praktik pengelolaan, perawatan, digitalisasi, serta pemanfaatan arsip sebagai sumber penulisan sejarah.

Belajar Mengelola Arsip secara Profesional

Di DPAD, para peserta mendapatkan pemaparan dari Susilo Dwi Atmadja, Ketua Tim Akuisisi dan Pengolahan Arsip, serta Duhriyatin Toyyibah.

Dalam pemaparannya, Susilo menjelaskan pentingnya penataan dokumen secara sistematis. Setiap arsip perlu diberi nomor, diklasifikasikan, dan dilengkapi label agar proses penyimpanan maupun pencarian dapat dilakukan dengan lebih mudah.

Peserta kemudian diperkenalkan dengan sistem pencarian arsip secara digital. Teknologi tersebut membantu petugas menemukan informasi yang dibutuhkan tanpa harus mencari dokumen secara manual satu per satu.

Melihat Proses Digitalisasi Arsip

Peserta juga berkesempatan melihat ruang penyimpanan berbagai dokumen penting. Di dalamnya terdapat sejumlah dokumen bersejarah, termasuk teks lama yang menggunakan bahasa Belanda.

Selain itu, peserta diperlihatkan proses alih media dokumen menggunakan book scanner. Penggunaan perangkat khusus tersebut bertujuan menjaga kondisi dokumen agar tidak mudah rusak akibat kontak langsung dengan perangkat pemindai.

Peserta juga mendapatkan penjelasan mengenai perawatan arsip, termasuk pentingnya menjaga kondisi ruangan penyimpanan agar sesuai untuk melindungi dokumen dari kerusakan.

Menelusuri Koleksi Sejarah di Perpustakaan YAMAS

Setelah dari DPAD, rombongan ASM Batch 2 melanjutkan kunjungan ke Perpustakaan Yayasan Medayu Agung Surabaya (YAMAS) di kawasan Medayu, Surabaya.

Perpustakaan yang didirikan oleh Oei Him Hwie pada 2001 tersebut menyimpan beragam koleksi buku dan surat kabar, termasuk koleksi lama yang memiliki nilai sejarah.

Koleksi tersebut menjadi salah satu sumber referensi bagi masyarakat yang ingin mempelajari berbagai peristiwa dan perkembangan pemikiran dari masa ke masa.

Peserta Terinspirasi Sosok Oei Him Hwie

Salah seorang peserta, Joko Sumpeno, mengaku mendapatkan pengalaman dan wawasan baru dari kunjungan tersebut. Ia juga tertarik mendalami sosok Oei Him Hwie yang dikenal sebagai wartawan dan tokoh yang memiliki perhatian terhadap dokumentasi serta pengetahuan.

Joko bahkan membeli salah satu buku yang memuat perjalanan hidup Oei Him Hwie. Menurutnya, kunjungan tersebut bukan sekadar kegiatan melihat koleksi perpustakaan, melainkan kesempatan untuk memperkaya pengetahuan sejarah.

Tempat ini merupakan pusat referensi buku, khususnya bagi orang-orang pergerakan yang selalu ingin memperkaya ilmu,” terangnya.

Arsip Menjadi Bagian Penting dalam Penulisan Sejarah

Kunjungan peserta ASM Batch 2 tersebut memberikan pemahaman bahwa arsip memiliki peran penting dalam merekonstruksi sebuah peristiwa secara valid. Dokumen, tulisan, foto, surat kabar, dan berbagai rekaman peristiwa dapat menjadi sumber penting bagi generasi berikutnya.

Pengelolaan arsip yang baik juga membantu memastikan informasi sejarah tetap tersimpan dan dapat ditelusuri. Karena itu, dokumentasi setiap peristiwa, khususnya yang memiliki nilai sejarah, perlu dilakukan secara tertib dan berkelanjutan.

Melalui kunjungan ke DPAD dan Perpustakaan YAMAS, peserta Akademi Sejarah Muhammadiyah Batch 2 tidak hanya memperoleh pengetahuan tentang kearsipan dan kepustakaan, tetapi juga semakin memahami pentingnya merawat jejak sejarah sebagai bagian dari perjalanan peradaban.