![]() |
| Suasana Sosialisasi Anti-Bullying oleh KKN STIT Muhammadiyah Bojonegoro di SDN Prigi 1 Kanor Bojonegoro (Istimewa/kedungademmu.id) |
Sosialisasi ini dilatarbelakangi oleh masih maraknya kasus bullying di dunia pendidikan yang berdampak negatif bagi perkembangan mental dan sosial siswa. Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN berupaya memberikan edukasi sekaligus membangun keberanian siswa untuk menolak tindakan perundungan.
Edukasi Anti-Bullying Secara Interaktif
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKN menyampaikan materi secara komunikatif dan interaktif melalui diskusi serta tanya jawab. Hal ini membuat siswa lebih mudah memahami materi yang disampaikan.
Pengertian dan Jenis Bullying
Siswa diperkenalkan dengan berbagai bentuk bullying, di antaranya:
- Bullying verbal seperti ejekan dan hinaan
- Bullying fisik berupa tindakan kekerasan
- Bullying sosial seperti pengucilan
- Cyberbullying melalui media digital
Dampak Negatif Perundungan
Materi juga menekankan dampak serius dari bullying, seperti:
- Gangguan psikologis dan trauma
- Menurunnya rasa percaya diri
- Terganggunya proses belajar
- Perilaku agresif yang berkelanjutan
Langkah Pencegahan
Siswa diajak untuk berperan aktif dalam mencegah bullying dengan cara:
- Berani melapor kepada guru
- Tidak ikut serta dalam tindakan perundungan
- Mendukung teman yang menjadi korban
- Menumbuhkan sikap saling menghargai
Apresiasi dari Kepala Sekolah
Kepala SDN Prigi 1, Sri Muryati, menyampaikan apresiasi atas kegiatan yang dilakukan oleh mahasiswa KKN STIT Muhammadiyah Bojonegoro.
“Kami mengucapkan terima kasih atas kepedulian dan ilmu yang diberikan kepada siswa kami. Semoga kegiatan ini memberikan dampak positif dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Tumbuhkan Keberanian Siswa
Salah satu siswa mengaku mendapatkan pemahaman baru setelah mengikuti kegiatan tersebut. Ia merasa lebih berani untuk berbicara dan melaporkan jika terjadi tindakan bullying.
Kegiatan sosialisasi anti-bullying ini diharapkan mampu menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari perundungan. Selain itu, siswa juga diharapkan memiliki keberanian untuk bertindak dan tidak lagi menjadi bagian dari perilaku bullying.
Melalui sosialisasi anti-bullying di SDN Prigi 1 Kanor ini, mahasiswa KKN STIT Muhammadiyah Bojonegoro menunjukkan peran aktif dalam membangun karakter siswa. Ke depan, kegiatan serupa diharapkan terus dilakukan guna menekan angka perundungan di lingkungan pendidikan dan menciptakan sekolah yang ramah anak.

