lisensi

Kedungademmu.id
• WIB
Last Updated 2026-10-30T01:37:46Z
GerakanIMM BojonegoroMuhammad IqbalRedaksi

Resmi Dilantik, PC IMM Bojonegoro Siap Kawal Pendidikan dan Perkuat Gerakan Riset

Advertisement
Prosesi pelantikan pengurus PC IMM Bojonegoro di Aula At-Taqwa PDM Bojonegoro (Istimewa/kedungademmu.id)
Kedungademmu.id—Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Bojonegoro resmi dilantik untuk masa bakti baru pada Selasa (27/10/2026). Bertempat di Aula At-Taqwa Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Bojonegoro, pelantikan tersebut mengusung tema “Intelektual Bergerak, IMM Berdampak”.

Kepengurusan baru di bawah kepemimpinan Iqbal Arfani menegaskan komitmennya untuk menjadikan pendidikan dan riset sebagai dua fokus utama gerakan organisasi. IMM diharapkan tidak hanya menjadi wadah kaderisasi mahasiswa, tetapi juga hadir memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan pembangunan daerah.


Acara pelantikan berlangsung khidmat dan dihadiri sejumlah tokoh serta perwakilan organisasi. Hadir Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Bojonegoro, Kusnandaka Tjatur, Ketua PDM Bojonegoro, Suwito, Ketua PDA Bojonegoro, Zuliyatin Lailiyah, jajaran pimpinan organisasi otonom Muhammadiyah, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Bojonegoro, serta organisasi Cipayung Plus.


Ahmad Burhanuddin Sampaikan Refleksi Kepemimpinan


Ketua PC IMM Bojonegoro demisioner, Ahmad Burhanuddin, menyampaikan rasa syukur atas perjalanan organisasi yang telah dilalui selama masa kepemimpinannya. Ia mengungkapkan bahwa berbagai dinamika organisasi memberikan banyak pengalaman dan pelajaran berharga bagi dirinya maupun seluruh kader.


“Dinamika SK (Surat Keputusan) hingga proses di tingkat pimpinan menjadi pelajaran tersendiri bagi saya dan seluruh kader,” ujarnya.


Ia juga menegaskan bahwa IMM memiliki peran penting sebagai wadah kaderisasi yang bersinggungan langsung dengan Persyarikatan Muhammadiyah dan 'Aisyiyah. Berbagai masukan, saran, serta kritik dari pimpinan di berbagai tingkatan merupakan bagian dari proses pembinaan dan pembelajaran dalam menjalankan dakwah.


Menurutnya, ruang dialog dan bimbingan dari pimpinan menjadi kesempatan bagi kader untuk terus bertumbuh, memperluas wawasan, dan memahami peran dakwah Muhammadiyah.


Pada kesempatan tersebut, Ahmad Burhanuddin turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak, rekan seperjuangan, dan jajaran pengurus PC IMM Bojonegoro yang telah membersamai perjalanan kepemimpinannya. Ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama menjalankan amanah terdapat kekurangan maupun kebijakan yang kurang berkenan.


Iqbal Arfani Fokus Kawal Pendidikan dan Penguatan Riset


Ketua PC IMM Bojonegoro terpilih, Iqbal Arfani, menegaskan bahwa kepengurusan baru akan memprioritaskan dua bidang utama, yakni pengawalan isu pendidikan dan pengembangan riset.


Menurut Iqbal, persoalan pendidikan di tingkat akar rumput masih membutuhkan perhatian serius. Salah satu persoalan yang menjadi keprihatinan adalah anak-anak dari keluarga kurang mampu yang mengalami kendala ekonomi untuk memperoleh akses pendidikan.


“Kita akan mengawal isu pendidikan ini secara serius. Kemarin kita sudah berdiskusi panjang, termasuk merencanakan koordinasi dengan majelis terkait bagaimana pendidikan dapat didukung secara optimal, termasuk berkolaborasi dengan pihak kepolisian dan pemerintah daerah,” jelasnya.


Selain pendidikan, PC IMM Bojonegoro juga akan memperkuat bidang Riset dan Pengembangan Keilmuan (RPK). Kader-kader yang memiliki kapasitas di bidang tersebut disiapkan untuk mendorong gerakan organisasi yang berbasis data, kajian, dan analisis.


“Melalui riset, gerakan intelektual kita bisa berjalan secara terukur dan berdampak nyata di masyarakat,” tambahnya.


Fokus tersebut diharapkan menjadikan IMM sebagai organisasi mahasiswa yang mampu membaca persoalan masyarakat secara kritis sekaligus menawarkan gagasan dan solusi berdasarkan kajian yang dapat dipertanggungjawabkan.


DPD IMM Jawa Timur Dorong Gerakan Intelektual yang Solutif


Ketua DPD IMM Jawa Timur, Devi Kurniawan, berpesan agar kader IMM Bojonegoro senantiasa menjaga tradisi intelektual dan menghadirkan gerakan yang solutif. Menurutnya, kader IMM tidak cukup hanya bersikap reaktif terhadap berbagai persoalan sosial, tetapi juga harus mampu memberikan alternatif penyelesaian.


“Kehadiran Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah di Kabupaten Bojonegoro harapannya tidak hanya memberikan masukan atau ikut-ikutan terhadap isu yang ada, tetapi bagaimana IMM bisa memberikan solusi serta berdampak pada kemajuan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro,” tegasnya.


Ia juga mengingatkan pengurus baru agar tetap rendah hati dalam menjalankan amanah organisasi, meskipun memiliki gagasan dan cita-cita besar.


“Meskipun memiliki gagasan besar, kita tetap harus pakai ilmu padi; semakin berisi semakin merunduk,” pesannya.


Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa kecerdasan intelektual perlu berjalan beriringan dengan sikap rendah hati, keterbukaan, dan kemauan untuk terus belajar.


PDM Bojonegoro Tekankan Sinergi dan Penguatan Literasi


Ketua PDM Bojonegoro, Suwito,  turut menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dalam mendukung gerakan IMM. Kolaborasi antara organisasi mahasiswa, perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat dinilai penting agar kontribusi kader dapat dirasakan secara langsung.


Selain bidang ekonomi dan pemberdayaan, PDM Bojonegoro juga mendorong kader IMM untuk mengambil peran dalam pengawalan pendidikan, peningkatan kapasitas kader, serta penguatan literasi.


Menurutnya, generasi muda Muhammadiyah perlu memiliki keunggulan intelektual sekaligus integritas moral agar mampu memberikan kontribusi bagi umat, persyarikatan, dan masyarakat luas.


“Teruslah asah kapasitas diri, perkuat literasi, dan jadilah pelopor perubahan yang membawa kemaslahatan bagi umat dan persyarikatan di Kabupaten Bojonegoro,” pungkasnya.


Pelantikan PC IMM Bojonegoro masa bakti baru ini diharapkan menjadi awal penguatan gerakan mahasiswa yang kritis, berilmu, dan berorientasi pada kemaslahatan masyarakat. Melalui fokus pada pendidikan dan riset, IMM diharapkan mampu menghadirkan gagasan sekaligus langkah nyata dalam menjawab berbagai persoalan di Kabupaten Bojonegoro.