Advertisement
![]() |
| Suasana Bupati Bojonegoro berdiskusi bersama jajaran Pengadilan Agama Bojonegoro terkait buku “Menelusuri Jejak Keadilan Masyarakat Islam di Bumi Angling Dharma” (Istimewa/kedungademmu.id) |
Dukungan tersebut disampaikan dalam kunjungan kerja jajaran pimpinan dan tim penyusun buku PA Bojonegoro ke Kantor Bupati Bojonegoro, Selasa (29/9/2026).
Rombongan dipimpin Ketua PA Bojonegoro Sutikno, selaku penanggung jawab tim penyusun buku. Ia didampingi Panitera Sholikin Jamik, selaku pemimpin redaksi; Sekretaris Ahdiyat Ilmawan Nehru, selaku wakil pemimpin redaksi; serta dua perwakilan penulis, Elma Diah Hariani dan Sukma Candra Dewi.
PA Bojonegoro Susun Buku Sejarah
Dalam pertemuan tersebut, Sholikin Jamik selaku pemimpin redaksi sekaligus juru bicara menjelaskan bahwa kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara PA Bojonegoro dan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro.
Tim juga memohon kesediaan Bupati Bojonegoro untuk memberikan sambutan dalam buku sejarah yang tengah disusun.
Buku “Menelusuri Jejak Keadilan Masyarakat Islam di Bumi Angling Dharma” dirancang untuk mendokumentasikan perjalanan, perkembangan, dinamika, serta kontribusi PA Bojonegoro dalam memberikan pelayanan hukum kepada masyarakat dari masa ke masa.
Dalam kesempatan tersebut, Sholikin Jamik turut memaparkan garis besar naskah kepada Bupati, termasuk perkembangan peradilan agama di Bojonegoro dan kiprahnya dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat pencari keadilan.
Jadi Arsip Sejarah dan Literasi Publik
Ketua PA Bojonegoro Sutikno menyampaikan bahwa keterlibatan pemerintah daerah penting dalam upaya mengabadikan perjalanan sejarah peradilan agama di Bojonegoro.
Menurutnya, buku tersebut tidak hanya ditujukan sebagai arsip kelembagaan, tetapi juga diharapkan menjadi bahan literasi bagi masyarakat, khususnya generasi muda.
“Kami berharap buku sejarah ini nantinya dapat menjadi warisan literasi yang berharga bagi masyarakat Bojonegoro. Dukungan serta sambutan dari Bapak Bupati tentu akan memberikan makna yang sangat mendalam,” ujar.
Ia menambahkan, perjalanan PA Bojonegoro memiliki keterkaitan dengan perkembangan sosial dan kehidupan keagamaan masyarakat di Kabupaten Bojonegoro.
Bupati Sambut Positif
Menanggapi permohonan tersebut, Bupati Bojonegoro menyambut baik dan memberikan apresiasi terhadap inisiatif penyusunan buku sejarah PA Bojonegoro.
Bupati menilai pendokumentasian sejarah peradilan agama merupakan bagian dari upaya menjaga memori kolektif daerah. Dokumentasi tersebut juga dapat menjadi sarana untuk melihat perjalanan pelayanan hukum dan kontribusi kelembagaan PA Bojonegoro kepada masyarakat.
“Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, saya menyambut baik dan memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas diterbitkannya buku yang berjudul ‘Menelusuri Jejak Keadilan Masyarakat Islam di Bumi Angling Dharma’,” ungkapnya.
Menurutnya, buku tersebut bukan sekadar kumpulan catatan sejarah atau profil tokoh PA Bojonegoro dari masa ke masa. Buku itu diharapkan mampu merekam perjalanan pengabdian, dedikasi, dan komitmen PA Bojonegoro dalam memberikan pelayanan hukum kepada masyarakat.
Perkuat Sinergi Lintas Lembaga
Bupati juga menyoroti pentingnya kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Bojonegoro dan PA Bojonegoro dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Sinergi tersebut, antara lain, diwujudkan melalui berbagai program lintas sektor, seperti pelayanan terpadu dan sidang keliling, upaya pencegahan perkawinan anak, perlindungan perempuan dan anak setelah perceraian, serta penguatan mediasi untuk membantu penyelesaian perkara keluarga.
Berbagai upaya tersebut, menurut Bupati, memiliki tujuan yang sama, yakni memberikan kepastian hukum sekaligus mendukung perlindungan dan kesejahteraan masyarakat.
Ia berharap buku yang sedang disusun dapat memberikan gambaran kepada masyarakat mengenai perjalanan dan pelayanan PA Bojonegoro.
“Dengan hadirnya buku ini, dapat menjadi jendela bagi masyarakat untuk melihat lebih dekat wajah Pengadilan Agama Bojonegoro yang humanis, modern, dan penuh integritas,” tutur Bupati.
Bupati juga berharap dokumentasi perjalanan sejarah tersebut dapat menjadi penyemangat bagi keluarga besar PA Bojonegoro untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas pelayanan hukum kepada masyarakat.
“Sejarah bukan hanya sebagai kenangan, tetapi sebagai landasan pijak untuk melompat lebih jauh ke depan,” pungkasnya.
